Inggris Membuat Area Euro Kelihatan Baik

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}

Selama krisis keuangan global terjadi, tiap-tiap negara menerapkan kebijakan ekonominya masing-masing. Kebijakan ekonomi mana yang ternyata bekerja paling baik?  Antonio Fatas, professor ekonomi di INSEAD melakukan analisa perbandingan. Pada saat membandingkan performance masing-masing negara biasanya dipergunakan berbagai indikator antara lain GDP, pertumbuhan, pengangguran, produktifitas………dll.

Semuanya cenderung bergerak searah, tetapi kadang-kadang bisa memberikan pandangan yang cukup berbeda selama bertahun-tahun.

Bila GDP dibandingkan dengan populasi usia kerja antara 15-64 tahun sebagaimana yang diukur oleh OECD dan dibandingkan antara angka tahun 2013 dengan 2007 (sebelum krisis), maka  kelihatan bahwa meskipun kebijakan masing-masing negara berbeda-beda, hasilnya kurang lebih sama, dengan pengecualian negara Yunani (dan kemungkinan juga Itali).

Tiga negara yang berada diluar Euro juga tidak terlihat terlalu berbeda. Swedia berhasil baik, begitu juga dengan Jerman. Inggris agak kurang dibandingkan dengan area Euro (dari 18 negara), kurang dari Perancis dan Belanda dan serupa dengan Spanyol. Sama  halnya dengan Denmark. Beberapa negara kecil yang diluar area Euro telah berhasil melewati dengan baik, beberapa lagi tidak begitu baik, sebagian lagi berhasil mengatasi dengan matauang di pegged terhadap matuang Euro yakni Bulgaria dan Latvia.

Jadi meskipun ECB berkeras kepala dan adanya kendala dari matauang bersama euro, performance ekonomi di area Euro tidaklah terlalu berbeda dari negara Eropa lainnya yang terjebak diluarsana.

 Ini bisa jadi bukan kabar baik beneran. Ini kemungkinan hanya merupakan kasus bahwa obsesi anti-inflasi Swedia, bank sentral dan program penghematan kebijakan fiskal dari pemerintah Inggris telah membantu membuat performance area – euro tidak kelihatan terlalu buruk sebagaimana yang telah dibayangkan.

 

Ferli/ Senior Analyst Economic Research at Vibiz Research

Editor: Jul Allens

 


Distribusi: Vibiznews

Comments

  1. Damang SFM says:

    lalu,,apakah euro akan up dalam minggu ini???? berita apa yg terindikasi kuat mendorong up euro

Speak Your Mind

*

*