IHSG dan Rupiah 'Loyo', Ini Komentar Bambang Brodjo

Jakarta -Hari ini, pasar keuangan dalam negeri mengalami koreksi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah melemah.

Pada perdagangan Selasa (28/10/2014), IHSG turun 22,988 poin (0,46%) ke posisi 5.001,304. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah ke posisi Rp 12.180 per dolar AS dibandingkan saat pembukaan pasar yaitu Rp 12.115 per dolar AS.

Selain sentimen global yang masih negatif, faktor domestik juga tidak memberikan dorongan kepada para pelaku pasar. Salah satu sebabnya adalah pelaku pasar menilai Kabinet Kerja pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang di bawah ekspektasi.

Bambang Brodjonegoro, Menteri Keuangan, mencoba menepis anggapan tersebut. Menurutnya, pemerintahan Jokowi-JK berupaya sekuat tenaga untuk kemajuan ekonomi nasional.

“Intinya, pemerintah di bawah Jokowi-JK sangat komitmen untuk melakukan reform. Kita tidak ingin reform yang bersifat adhoc atau sementara, tapi kita ingin jangka panjang,” tegasnya kala ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/10/2014).

Salah satu upaya reformasi yang ditunggu pelaku pasar adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Namun kebijakan ini harus disiapkan masak-masak, termasuk dampaknya kepada masyarakat.

“Tidak ada yang mudah dan enak, ada hal-hal yang dilakukan. Itu harus memperhatikan dampak ke masyarakat,” katanya.

Program kompensasi akibat kenaikan harga BBM juga harus disusun secara matang. Pemerintah agar penerima bantuan benar-benar mereka yang berhak.

“Kalau ingin dukungan langsung ke masyarakat, kita harus tahu bahwa tersistem dengan baik. Jadi bagaimana mendata rumah tangganya dengan tingkat kesalahan seminimal mungkin. Kita ingin semuanya dipersiapkan dengan baik,” jelasnya.

(drk/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!


Distribusi: finance.detik

Speak Your Mind

*

*