Bursa Hong Kong Akhir Pekan Merosot, Bulan Februari Melompat Hampir 2 Persen

Di akhir perdagangan bursa Hong Kong Selasa (28/02), indeks Hang Seng ditutup turun -184,32 poin, atau -0,77 persen pada 23740.73. Bursa Saham Hong Kong jatuh untuk sesi keempat berturut-turut pada hari Selasa, dengan investor menantikan pidato Presiden AS Donald Trump untuk rincian tentang reformasi pajak dan belanja infrastruktur.

Perhatian pasar tertuju kepada Trump, yang mengatakan ia akan berbicara tentang rencana untuk belanja infrastruktur besar di pernyataan politisnya besar pertama untuk Kongres pada Selasa (9 pm ET / 0200 GMT pada tanggal 1 Maret).

Sebagian besar sektor jatuh pada hari Selasa, dengan sektor telekomunikasi dan energi diantara pecundang terbesar.

Sedangkan indeks Hang Seng berjangka terpantau naik 32,00 poin atau 0,17 persen, pada 23,774.00, turun dari penutupan perdagangan sebelumnya pada 23,742.00.

Untuk bulan Februari, bursa Hong Kong naik 1,81 persen. Kenaikan bulan ini sebagian besar didukung penguatan  bursa Wall Street, kinerja positif saham property dan keuangan, serta kenaikan harga minyak mentah.

Dinihari nanti akan dicermati pidato Trump yang diperkirakan memberikan rincian mengenai kebijakan pajak dan belanja infrasruktur. Jika terealisir maka akan menguatkan bursa global.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks Hang Seng akan menguat jika pidato Trump memberikan optimisme pertumbuhan ekonomi. Indeks diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 23,275-22,797, dan jika naik akan bergerak dalam kisaran Resistance 24,273-24,763.

Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang


Distribusi: Vibiznews

Speak Your Mind

*

*