Badan pemerintah AS peringatkan konsumen atas risiko bitcoin

Washington (ANTARA News) – Badan keuangan Amerika Serikat pada Selasa memperingatkan para konsumen bahwa menggunakan mata uang daring (online) bitcoin penuh dengan risiko seperti pencurian dengan peretasan dan penipuan.

Otoritas Pengawas Industri Keuangan (FINRA) menerbitkan peringatan umum menyusul serentetan skandal yang melibatkan mata uang digital tersebut.

“Membeli dan menggunakan mata uang digital seperti bitcoin membawa risiko. Perdagangan spekulatif dalam bitcoin membawa risiko yang signifikan,” kata FINRA seperti dikutip AFP.

“Platform yang membeli dan menjual bitcoin dapat diretas. Selain itu dompet digital dapat diretas. Sebagai akibatnya, konsumen dapat dan telah kehilangan uang.”

FINRA, badan yang mengatur industri sekuritas, mengatakan bahwa dompet digital, tempat para pengguna menaruh bitcoin mereka pada file komputer, rentan terhadap pencurian dan tidak memiliki perlindungan hukum dan jaminan seperti para deposan di bank-bank dan credit union AS.

Transaksi bitcoin — dirancang untuk mentransfer dana antara dua pihak tanpa bank atau perantara lainnya — juga rawan terhadap penipuan dan perampokan, serta ireversibel, FINRA menambahkan.

FINRA juga menunjuk penggunaan bitcoin dalam pencucian uang dan pembayaran narkoba.

Badan itu mengatakan bahwa bursa yang terlibat dalam aktivitas tersebut bisa ditutup.

FINRA mencatat penutupan Mt Gox yang berbasis di Jepang, setelah bursa bitcoin terbesar itu mengaku  dirampok hampir setengah miliar dolar dalam bentuk mata uang digital yang sebagian besar adalah uang nasabahnya.

Mt Gox mengajukan perlindungan kebangkrutan di Jepang pada awal bulan ini dan di Amerika Serikat pada Senin (10/3).

(Uu.A026)


Distribusi: ANTARA News – Ekonomi – Moneter

Speak Your Mind

*

*