Waspadai Memburuknya Kinerja Bank Agar Tidak Menulari Perbankan


shadow

Financeroll – Ketua Umum Perhimpunan Bank-bank Nasional (Perbanas) Sigit Pramono mengungkapkan bila ada satu bank yang melemah, maka hal itu akan menular pada bank-bank lain. Memburuknya kondisi satu bank itulah yang perlu diwaspadai agar tidak memicu krisis yang lebih besar.

Sampai saat ini kinerja industri perbankan cukup bagus, dengan permodalan yang kuat hingga 19%.

Dari sisi likuiditas, rasio fungsi intermediasi (loan to deposit ratio/LDR) yang mencapai pada level 90% akan membuat bank-bank sulit ekspansi, sehingga perlu dilakukan penambahan modal. Caranya, bisa mencari dana dari pasar modal, right issue, merger dan akuisisi.

Bila permodalan bank tidak ditambah, kemampuan bank dalam membiayai pembangunan khususnya di sektor ril bakal semakin terbatas karena adanya batas atas giro wajib minum (GWM) LDR di level 92%. Sementara itu prediksikan pertumbuhan kredit 15%–17% sesuai dengan arahan OJK hanya akan terwujud bagi bank-bank yang memiliki likuiditas yang cukup.

Di sisi lain agar protokol manajemen krisis ini harus diperbaiki. Sebab, di negara maju pun ada koordinasi antara pemerintah, bank sentral dan otoritas yang mengatur seperti OJK di Indonesia.

Sigit menegaskan agar UU JPSK (Jaring Pengaman Sistem Keuangan) harus segera diluncurkan. Jika terjadi ancaman krisis seperti pada kondisi 2008, maka UU perlu dibentuk agar menjadi protokol krisis. Tujuannya, agar orang-orang yang mengambil keputusan pada saat krisis tidak akan diadili lagi secara politis dan pidana.


Distribusi: Financeroll Indonesia

Speak Your Mind

*

*