Wall Street Perpanjang Kenaikan

INILAHCOM, New York – Saham-saham di Wall Street memperpanjang kenaikannya dengan berakhir sedikit menguat, Jumat (18/03/2016) pagi WIB. Itu karena para investor menilai pengumuman kebijakan Federal Reserve AS serta kenaikan harga minyak.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 155,73 poin atau 0,90 persen menjadi ditutup pada 17.481,49. Indeks S&P 500 berakhir naik 13,37 poin atau 0,66 persen menjadi 2.040,59 dan indeks komposit Nasdaq naik 11,01 poin atau 0,23 persen menjadi 4.774,98.

The Fed mempertahankan suku bunga acuan jangka pendek tidak berubah pada Rabu seperti yang diharapkan, mencatat bahwa perkembangan ekonomi dan keuangan global terus menimbulkan risiko-risiko terhadap ekonomi AS.

“Saya waspada dan belum menyimpulkan bahwa kita telah melihat kenaikan signifikan yang akan berlangsung,” tegas Ketua Fed Janet Yellen, pada konferensi pers setelah pertemuan kebijakan dua hari.

Banyak analis mengatakan pasar saham akan menyaksikan lebih banyak volatilitas dalam beberapa bulan mendatang, karena Wall Street berspekulasi tentang langkah selanjutnya The Fed. Proyeksi-proyeksi terbaru The Fed menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan memperkirakan suku bunga federal funds akan naik menjadi sekitar 0,9 persen pada akhir 2016, menyiratkan dua kenaikan 0,25 persentase poin selama sembilan bulan ke depan, turun dari empat kenaikan yang diperkirakan pada Desember.

Investor juga didorong oleh rebound kuat harga minyak. Harga minyak terus meningkat pada Kamis, dengan minyak AS mencapai di atas US$40 per barel untuk pertama kalinya pada 2016, karena para pedagang percaya bahwa produsen-produsen utama akan berupaya mencapai kesepakatan pembekuan produksi mereka pada bulan depan.

Di sisi ekonomi, dalam pekan yang berakhir 12 Maret angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman mencapai 265.000, meningkat 7.000 dari tingkat revisi minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan Kamis. Rata-rata pergerakan empat minggu mencapai 268.000, meningkat 750 dari rata-rata direvisi minggu sebelumnya.

Indeks Volatilitas CBOE, sering disebut sebagai ukuran ketakutan Wall Street, menurun 3,67 persen menjadi berakhir di 14,44 pada Kamis. Di pasar lain, dolar AS menurun terhadap mata uang utama lainnya karena investor mencerna pernyataan Fed yang dirilis pada sesi sebelumnya. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi US$1,1318 dari US$1,1183 di sesi sebelumnya, sementara dolar dibeli 111,43 yen Jepang, lebih rendah dari 112,91 yen pada sesi sebelumnya.

Harga minyak memperpanjang reli, karena penurunan dolar membuat minyak mentah yang dihargakan dalam dolar lebih murah dan lebih menarik bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya. Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman April, naik US$1,74 menjadi menetap di US$40,2 per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei naik US$1,21 menjadi berakhir pada 41,54 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berbalik naik tajam pada Kamis, karena dolar AS merosot setelah pengumuman dovish dari pertemuan kebijakan Fed. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April naik US$35,2 atau 2,86 persen menjadi menetap di US$1.265 per ounce. [tar]


Distribusi: Inilah.com – Pasarmodal

Speak Your Mind

*

*