Vladimir Putin : Rusia Siap Membekukan Produksi, Optimis Kesepakatan OPEC Terealisir

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan ia tidak melihat hambatan untuk OPEC mencapai kesepakatan pemotongan produksi akhir bulan ini, dan Rusia bersedia untuk membekukan produksi minyak mentah pada level saat ini karena ia berpikir bahwa eksportir minyak telah mengatasi perbedaan besar dalam posisi mereka.

“Apakah kesepakatan akan tercapai, saya tidak bisa mengatakan seratus persen, tapi ada kemungkinan kuat bahwa hal itu akan tercapai,” kata Putin kepada wartawan pada hari Minggu (20/11) setelah ia menghadiri KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik di Lima, ibukota Peru.

Setelah negosiasi awal untuk pembekuan produksi gagal pada April, kesepakatan awal tercapai di Algiers pada 28 September, yang mengakhiri kebijakan dua tahun memproduksi tanpa batas.

Meskipun janji OPEC untuk memangkas produksi masih dijadwalkan akan selesai, Rusia telah menambahkan lebih dari 400 miliar rubel ($ 6 miliar) untuk anggaran negara, berkat pembicaraan dengan OPEC, menurut dua pejabat yang akrab dengan perhitungan pemerintah.

“Tidak ada kesulitan bagi kami untuk membekukan produksi pada level saat ini,” demikian pernyataan Putin pada hari Minggu.

Eksportir energi terbesar dunia ini sedang berjuang untuk keluar dari resesi terdalam dalam dua dekade setelah anjloknya harga minyak dan sanksi internasional atas pencaplokan Crimea pada tahun 2014. Selain pembicaraan OPEC, hubungan lebih dekat dengan AS juga dapat membantu Rusia mengurangi tekanan pada ekonomi.

Selama kampanye, Presiden terpilih Donald Trump menyerukan aliansi dengan Rusia dan menyarankan sanksi terhadap Rusia atas krisis Ukraina bisa mereda. Putin mengatakan ia senang menunggu untuk melihat apakah janji ini menjadi kenyataan.

Dalam percakapan telepon baru-baru ini, Trump menegaskan niatnya untuk menormalkan hubungan antara AS dan Rusia. “Bagi saya, saya melakukan hal yang sama,” kata Putin. Mereka sepakat bahwa staf mereka akan melakukan pertemuan sebelum kedua pemimpin akan bertemu langsung.

Bahkan Putin belum tahu bagaimana hubungannya dengan Trump selanjutnya. Awal bulan ini ia memperingatkan bahwa “itu tidak akan jalan yang mudah” untuk memulihkan hubungan. Sementara itu ia memiliki tantangan dalam negeri sendiri dan yang utama adalah pemilihan presiden Maret 2018.

Kasus terbaru telah mengguncang elit negara itu. Menteri Ekonomi Alexei Ulyukayev ditangkap atas tuduhan suap terkait dengan pembelian perusahaan minyak Bashneft oleh raksasa minyak yang dikendalikan negara Rosneft. Putin segera memecat Ulyukayev dari posisi di pemerintahan.

Meskipun Putin mengatakan ia tidak dapat mengomentari kasus Ulyukayev sebelum lembaga penegak hukum, sistem peradilan, ia mengatakan bahwa tindakan seperti aparat penegak hukum “hanya memperkuat iklim bisnis di Rusia” dan semua harus tahu bahwa “hukum akan diterapkan sama ke semua orang ” .

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang


Distribusi: Vibiznews

Speak Your Mind

*

*