Turunnya Harga Minyak Harusnya Untungkan Warga Miskin

Saturday, 07 March 2015, 19:00 WIB

AP

Harga minyak dunia terendah dalam enam tahun terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Harga minyak dunia yang turun seharusnya menguntungkan warga miskin di berbagai belahan dunia. Anjloknya harga komoditas penting tersebut juga dinilai bisa berdampak kepada menurunnya harga komoditas pangan.

“Akibat jatuhnya harga minyak bagi ekonomi dunia dan negara-negara berkembang, seharusnya bisa positif dalam jangka menengah, meski negara-negara pengekspor minyak akan terdampak parah,” kata Wakil Presiden Senior Bank Dunia Kaushik Basu dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (7/3).

Menurut Bank Dunia, harga minyak yang rendah seharusnya mengendurkan tekanan kepada harga komoditas lainnya khususnya gas alam, pupuk, dan komoditas pangan.

Dengan demikian, harga pangan yang lebih murah seharusnya menguntungkan bagi warga miskin dunia Sebanyak 70 persen warga miskin dunia tinggal di negara-negara pengimpor minyak bumi.

Selain itu, harga minyak yang jatuh juga dinilai dapat menjadi pendorong untuk mengurangi tingkat kemiskinan global karena pengeluaran  negara terkait dengan subsidi BBM dapat dialihkan kepada berbagai program prorakyat miskin.

Dalam kajian baru Bank Dunia yang bertajuk The Great Plunge in Oil Prices: Causes, Consequences, and Policy Responses tercatat antara periode 2014 hingga Februari 2015 terjadi penurunan harga minyak hampir 50 persen.

Lembaga keuangan multilateral itu berpendapat fenomena itu kemungkinan juga menandai berakhirnya siklus harga super komoditas yang dimulai sejak awal 2000-an.

Redaktur : Ani Nursalikah
Sumber : antara

Apabila Allah memberikan kenikmatan kepada seseorang hendaknya dia pergunakan pertama kali untuk dirinya dan keluarganya.((HR. Muslim))

  Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


Distribusi: Republika Online RSS Feed

Speak Your Mind

*

*