Tren rupiah akhir tahun di jalur penguatan

JAKARTA. Menjelang hari libur nasional, pergerakan rupiah mulai sepi sentimen. Namun, tren rupiah akhir tahun ini masih berada di jalur menguat.

Trian Fathria, Research and Analyst Divisi Treasury PT Bank Negara Indonesia Tbk mengatakan, arah kebijakan suku bunga The Fed yang sudah diprediksi pasar terus mengangkat rupiah. “Keputusan BI untuk tetap mempertahankan suku bunga juga sesuai harapan,” kata dia.

Trian optimistis penguatan rupiah akan terus berlanjut di tengah sepinya sentimen baik dari internal maupun eksternal.

Secara historis, rupiah sebenarnya cenderung melemah di akhir tahun karena adanya kenaikan dollar AS. Namun, tahun ini sedikit berbeda karena pelaku pasar lebih mencermati isu suku bunga The Fed. “Mendekati libur panjang, aktivitas di market juga berkurang,” lanjut Trian.

Data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) kuartal III-2015 menjadi sentimen pergerakan rupiah selanjutnya. Namun data ini baru dirilis pada Selasa malam (22/12).

Jika rupiah terus bergerak stabil, Trian melihat ada peluang BI untuk memangkas suku bunga di tahun 2016.

Di pasar spot, Senin (21/12) nilai tukar rupiah di hadapan dollar AS menguat 0,79% ke Rp 13.808 dibanding sehari sebelumnya. Sedangkan di kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah menguat 1,14% ke level Rp 13.872.


Distribusi: Kontan Online

Speak Your Mind

*

*