Tragedi Paris Membuat Euro Tertekan

Jakarta -Nilai tukar euro mengalami tekanan dan mulai melemah pasca tragedi penembakan di Paris, Prancis. Euro rata-rata melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan mata uang regional.

Tragedi penembakan itu terjadi pada Jumat malam, saat pasar keuangan dan bursa saham sudah tutup. Imbasnya baru terasa pada awal pekan ini.

“Euro bergerak lebih rendah dari posisinya pada Jumat pekan lalu, ini adalah respons yang normal ketika investor melihat ada risiko meningkat di satu sisi, sementara di sisi lain mengamankan portofolionya,” kata Anais BNZ, Raiko Shareef seperti dikutip dari Reuters, Senin (16/11/2015).

Euro melemah sekitar 0,3% terhadap mata uang Paman Sam ke kisaran US$ 1,0743. Euro juga kalah terhadap mata uang negara-negara Asia.

Sayangnya, rupiah malah melemah terhadap euro. Euro menguat 0,19% terhadap rupiah, berada di Rp 14.748.

Berikut ini pergerakan euro terhadap mata uang negara Asia.

  • melemah 0,57% terhadap yen Jepang
  • melemah 0,33% terhadap yuan China
  • melemah 0,44% terhadap dolar Hong Kong
  • melemah 0,61% terhadap rupee India
  • melemah 0,43% terhadap dolar Singapura
  • melemah 0,39% terhadap dolar Taiwan
  • melemah 0,32% terhadap dolar Australia
  • menguat 0,03% terhadap ringgit Malaysia
  • menguat 0,19% terhadap rupiah

(ang/wdl)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


Distribusi: finance.detik

Speak Your Mind

*

*