Tetapkan Rencana Strategis, Pengusaha Rumput Laut Se-ASEAN Rembuk di Bangkok

shadow

ASEAN
FINANCEROLL – Pelaku usaha rumput laut ASEAN dari Hulu hingga Hilir yang tergabung dalam ASIC (ASEAN Seaweed Industry Club) menggelar pertemuan untuk membahas Strategic Plan of Action (SPA) untuk komoditas rumput laut dan produk-produk berbasis rumput laut selama dua hari ke depan di Bangkok, Thailand (26-27/06).

Hari ini pertemuan telah dibuka oleh Dr.Varin Tanasomwang dari Department of Fisheries,Ministry of Agriculture yang dihadiri Delegasi dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Kamboja, Vietnam, Laos dan Thailand.

Dalam sambutannya, Dr.Varin menyampaikan pentingnya kerjasama penelitian dan pengembangan tentang budidaya, pemanfaatan  dan pemasaran rumput laut sesama anggota ASIC.

Sementara itu, President Seaweed Industry Association of the Phillippines (SIAP) menyatakan bahwa besarnya jumlah penduduk dan luasnya wilayah perairan ASEAN merupakan peluang besar untuk meningkatkan produksi dan konsumsi rumput laut.

Pertemuan hari pertama membahas menganai perkembangan rumput laut masing-masing negara anggota, menyusun strategi dan rencana aksi peningkatan pemanfaatan rumput laut pada produk makanan dan minunan serta mengesahkan anggaran dasar organisasi. Dan pada hari kedua, akan diadakan kunjungan lapangan ke Provinsi Phetchaburi untuk melihat Royal Seafarm Project and Phetchaburi Coastal Aquatic Feed Research Center.

Di sela-sela acara The 6th  Meeting Of The Asean Seaweed Industry Club itu, Ketua Umum Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) berharap agar program pengembangan Rumput Laut Indonesia tetap memegang misi awal pengembangan yaitu untuk pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja dan pelestarian lingkungan dan ekspor ditingkat hulu sembari membuat perencanaan matang tentang program industrialisasi.

Pihaknya berharap agar program pengembangan Rumput Laut Indonesia ditata ulang dan dibuat roadmap/blueprint agar Indonesia dapat memilki daya saing yang kuat pada saat diberlakukannya Masyarakat Ekononomi ASEAN.

“Seluruh pihak, terutama pemerintah supaya saling berkoordinasi dan mengacu ke sistem tatalelola dan program yang terpadu dan terintegrasi dari pusat hingga ke daerah,” pungkas Safari.(@hqeem)


Distribusi: Financeroll Indonesia

Speak Your Mind

*

*