Tambah Utang Lagi, Saham XL Masih Terpuruk

PT XL Aiata Tbk (EXCL) masih tunjukan ambisinya untuk mengakuisisi PT Axis Telekom Indonesia. Kali ini perseroan kembali memperoleh pinjaman dari dua bank internasional sekaligus yaitu United Overseas Bank Ltd. dan Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd. Cabang Jakarta.

Kedua bank tersebut memberi fasilitas pinjaman masing-masing sebesar US$ 100 juta bertenor 3 tahun. Sebagai tambahan informasi, sebelumnya EXCL juga telah menarik pinjaman dari induk usahanya yakni Axiata Group Bhd. sebesar US$ 500 juta.

Jika dirupiahkan dengan kurs tengah BI sebesar Rp11.384 per dollar Amerika, maka total dari keseluruhan pinjaman yang sudah dilakukan EXCL mancapai Rp7,9 triliun. Dengan demikian, jika memasukkan nilai ini ke dalam laporan keuangan 2013, maka nilai liabilitas EXCL bertambah menjadi Rp32,9 triliun.

Dengan besaran kewajiban yang cukup fantastis, nilai DER attau rasio utang terhadap modal EXCL yang sebelumnya sebesar 163%, meningkat drastis menjadi Rp215,33%. Meningkatnya rasio utang ini tentunya akan memberatkan kinerja EXCL di tahun-tahun mendatang. Belum lagi besaran bunga yang harus dibayarkan tiap tahun juga dapat menggerus perolehan laba EXCL.

Dari bursa saham, hari ini EXCL tunjukan peningkatan. Harga pagi hari ini dibuka pada Rp4.400 dan hingga berita ini dibuat, harga sudah naik 5 poin ke Rp4.405. penguatan hari ini juga melanjutkan penguatan pada perdagangan kemarin yang sukses naik 35 poin ke Rp4.400.

Secara teknikal, saham EXCL masih berada pada tren pelemahan dimana sejak akhir januari hingga hari ini harga telah mengalami pelemahan sekitar 19%. Indikator MACD masih berada di area negatif, stochastic tunjukan potensi penguatan di area konsolidasi, sementara RSI bergerak di area tengah.

Dengan kondisi ini, EXCL mempunyai kesempatan untuk mengalami rebound teknikal menuju resistance Rp4.495. namun kondisi fundamental yang masih belum cukup mendukung dapat menyebabkan harga kembali melemah menuju level supportnya pada Rp4.310. 

 Adam Nugroho/Junior Analyst Equity Research at Vibiz Research/VM/VBN

Editor: Rimba Laut


Distribusi: Vibiznews

Speak Your Mind

*

*