Sepekan Terakhir, Rupiah Melemah 67 Poin


shadow

Financeroll – Sepanjang pekan terakhir rupiah tiarap seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia yang di bawah ekspektasi.  Terlebih  stimulus Bank of Japan (BoJ) justru memperkuat dominasi dolar AS. Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dilansir Bank Indonesia (BI) dalam sepekan terakhir, nilai tukar rupiah melemah 67 poin (0,55%) ke posisi 12.149 per 7 November 2014 dibandingkan akhir pekan sebelumnya 12.082 pada 31 Oktober.

Laju Rupiah di awal pekan terlihat kembali terdepresiasi meski tipis setelah di akhir pekan sebelumnya mampu berbalik menguat.  Penambahan stimulus Bank of Japan (BoJ), awalnya direspons positif karena dapat mengimbanginya dengan efek dari pengakhiran stimulus The Fed.  Namun, pelaku pasar kembali menyadari bahwa penambahan suplai Yen akan membuat nilainya turun dan laju dolar AS pun memanfaatkan kondisi tersebut untuk terapresiasi.

Belum lagi dengan kembali beredarnya spekulasi kenaikan suku bunga The Fed yang membuat laju dolar AS kembali terapresiasi.  Masih melemahnya laju Yen dimanfaatkan dolar AS untuk bergerak menguat dan berimbas pada mata uang emerging market, terutama rupiah.  Apalagi dolar AS mendapat sentimen positif dari kenaikan ISM factory index dan rupiah juga mendapat sentimen negatif dari rilis penilaian Menkeu terhadap penurunan pertumbuhan GDP.  Di lain hari, laju rupiah bergerak anomali.

Di saat rilis pelemahan GDP Indonesia direspons negatif yang dibarengi dengan kembali terapresiasinya laju dolar AS karena terimbas melemahnya Yen setelah merespons pernyataan Gubernur BoJ, Haruhiko Kuroda, bahwa tidak adanya batasan terhadap langkah mengatasi deflasi, laju rupiah mampu menguat.

Di sisi lain,  pelaku pasar menilai bahwa perlambatan ekonomi Indonesia akan memberikan banyak peluang bagi pemerintah untuk dapat memacu pertumbuhan.  BoJ pun dinilai memiliki banyak pilihan cara dan kebijakan untuk menghadapi dan mengatasi permasalahan deflasi.  Imbas rilis pelemahan GDP Indonesia yang dibarengi dengan peningkatan angka pengangguran serta pernyataan Menkeu terkait dengan kembali dipangkasnya potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia direspons negatif.  [geng]


Distribusi: Financeroll Indonesia

Speak Your Mind

*

*