Sentimen Pendukung Muncul, Pasar Uang Domestik Bergerak Positif


shadow

Financeroll – Pada perdagangan Jumat (20/2) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta sore bergerak menguat sebesar 29 poin menjadi Rp 12.803 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 12.832 per dolar AS. Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya naik tipis 9 poin karena laju penguatannya terhambat aksi ambil untung investor lokal. Indeks berhasil menembus rekor baru.  Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 8,983 poin (0,17%) ke level 5.399,432.

Bank Indonesia (BI) melakukan intervensi pada pasar uang domestik agar tekanan kurs rupiah tidak lebih dalam, apalagi volume perdagangan cenderung minim sehingga memudahkan BI melakukan intervensi.  Pada awal perdagangan sesi pagi tadi rupiah sempat melemah, namun menjelang sore rupiah berada di area positif, aksi spekulan yang mengambil untung serta intervensi BI mendorong rupiah menguat.

Dalam jangka panjang rupiah masih memiliki potensi penguatan di tengah kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang masih cukup kuat menyusul investasi infrastruktur oleh pemerintah ditingkatkan. Dalam postur APBN-P 2015 anggaran infrastruktur yang dialokasikan di Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp 209,9 triliun.  Sektor manufaktur dan jasa di negara-negara kawasan Euro yang mengalami pertumbuhan mengindikasikan ekonomi sedang membangun momentum walaupun masih ada kekhawatiran tentang kemungkinan Yunani keluar dari kawasan Euro.

Kondisi  perekonomi 19 negara di kawasan Euro tumbuh sekitar 0,3% dalam periode kuartal IV 2014, dan pasar estimasikan bahwa kawasan tersebut akan tumbuh pada laju yang sama pada kuartal I sekarang.  Sebaliknya pada kurs tengah BI mata uang lokal ini bergerak melemah menjadi Rp 12.849 dibandingkan hari sebelumnya, Rabu (18/2) di posisi Rp 12.804 per dolar AS.

Dari bursa saham, tercatat Indeks bertahan positif sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Rekor intraday tertinggi IHSG kali ini ada di level 5.427,314.  Mengakhiri perdagangan Sesi I, IHSG menanjak 30,214 poin (0,56%) ke level 5.420,663 berkat penguatan di saham-saham bank dan konstruksi.  Saham-saham konstruksi dan perbankan jadi buruan investor. Saham-saham produsen komoditas dan konsumen kena aksi ambil untung, jadi penghambat laju IHSG.

Pada akhir  perdagangan akhir pekan, Jumat (20/2), IHSG ditutup naik tipis 9.655 poin (0,18%) ke level 5.400,104. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 0,697 poin (0,07%) ke level 941,111.  Rekor IHSG sebelumnya diraih pada perdagangan Rabu di level 5.390 dengan rekor intraday di posisi 5.415. Aksi ambil untung investor domestik menghambat penguatan IHSG.  Dana asing masih mengalir masuk dalam jumlah banyak. Transaksi investor asing sore ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 886,036 miliar di seluruh pasar.

Selain itu, perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 185.285 kali dengan volume 5,37 miliar lembar saham senilai Rp 5,147 triliun. Sebanyak 150 saham naik, 117 turun, dan 108 saham stagnan.  Bursa-bursa regional rata-rata masih libur merayakan Tahun Baru Imlek. Hanya pasar saham Jepang yang buka, dan sore ini Indeks Nikkei 225 ditutup naik 67,51 poin (0,37%) ke level 18.332,3. [geng]


Distribusi: Financeroll Indonesia

Speak Your Mind

*

*