Saham-saham Shanghai Merosot Lebih dari 6 Persen

INILAHCOM, Shanghai – Saham-saham Shanghai merosot lebih dari enam persen penutupan, Selasa (26/01/2016). Itu mengakhiri reli selama dua hari, akibat panic selling terpicu oleh kekhawatiran atas pelambatan ekonomi China dan pertumbuhan global yang lebih lemah.

Indeks komposit Shanghai anjlok 6,42 persen atau 188,72 poin menjadi berakhir pada 2.749,79 dengan nilai transaksi 212,6 miliar yuan atau US$32,4 miliar.

Indeks komposit Shenzhen, yang melacak saham-saham di bursa kedua China, jatuh 7,12 persen atau 131,36 poin, menjadi berakhir di 1.714,42 dengan nilai transaksi 310,5 miliar yuan. Hong Kong jatuh 2,48 persen, atau 479,34 poin, menjadi berakhir di 18.860,80.

Para analis mengatakan sentimen terpukul oleh kerugian besar di Wall Street, di mana semua tiga indeks utama merosot lebih dari satu persen karena penurunan harga minyak. Aksi jual tajam terjadi meski bank sentral China (PBoC) menyuntikkan 440 miliar yuan atau US$67 miliar ke pasar uang, untuk memperlonggar likuiditas ketat menjelang liburan Tahun Baru Imlek ketika permintaan dana melonjak.

Injeksi melalui operasi pasar terbuka reguler dari bank sentral merupakan yang terbesar sejak 2013, Bloomberg News melaporkan.

“Beberapa investor tidak memiliki keinginan untuk terus berjuang sebelum liburan mendatang, sehingga pasar cukup rentan terhadap faktor-faktor eksternal. Setelah kejatuhan mendalam, investor pergi (ke dalam) panic-selling,” terang analis Zheshang Securities Zhang Yanbing.

“Meskipun bank sentral menyuntikkan dana, uang ini tidak akan selalu masuk ke pasar saham,” tandas dia.

Beberapa analis telah menyamakan suntikan terbaru untuk melonggarkan kebijakan moneter atau menggantikan dana-dana yang hilang karena arus keluar modal.

Ekonomi China tumbuh 6,9 persen tahun lalu, laju paling lambat dalam seperempat abad, meningkatkan harapan untuk pelonggaran moneter lebih lanjut. Regulator sekuritas China pekan lalu mengumumkan tujuh perusahaan akan meluncurkan penawaran umum perdana (IPO) untuk dicatatkan di bursa Shanghai dan Shenzhen.

Mereka adalah yang pertama di bawah aturan baru yang menghapus persyaratan biaya langganan harus dibayar di muka, langkah yang ditujukan untuk membatasi volatilitas pasar. [tar]


Distribusi: Inilah.com – Pasarmodal

Speak Your Mind

*

*