Saham INCO Semakin Lemah Karena Penurunan Produksi Nikelnya

Mengakhir  perdagangan bursa saham hari Rabu (26/4) saham PT. Vale Indonesia Tbk. (INCO) kembali ditutup flat atau sama dengan perdagangan 2 hari sebelumnya. Saham yang sudah cukup lama berada dalam range bearish mendapat tekanan dari laporan produksi nikel perseroan pada kuartal pertama tahun ini.

Sepanjang triwulan pertama tahun 2017, INCO memproduksi nikel lebih rendah dari kuartal sebelumnya yaitu Q4-2016. Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, produksi nikel INCO meningkat dengan memproduksi sebanyak 17.224 metrik ton nikel. Peningkatan produksi nikel dari Q1-2016 hingga 2 persen.

Untuk pergerakan sahamnya di lantai bursa hari Rabu (26/4), INCO sudah dibukaflat pada 2150, saham INCO bergerak konsolidasi dan sempat mencapai posisi tertinggi di 2170 dan terendah di 2140 dengan jumlah saham yang diperdagangkan sudah  mencapai 37 ribu lot saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham INCO semakin lemah  dengan   indikator MA   terus menurun  dan indikator Stochastic turun ke dasar area jenuh jualnya.

Sementara itu  indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar dengan +DI bergerak turun berpotensi koreksi lanjutan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, rekomendasi saham INCO berikutnya pada kisaran support di posisi 2120 dan level resisten di 2200.

Lens Hue/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang


Distribusi: Vibiznews

Speak Your Mind

*

*