Saham INCO Melompat Tinggi Hiraukan Masalah Produksi Nikelnya

Masuki perdagangan bursa sesi kedua hari Selasa (22/11) pergerakan saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) melesat cukup cepat hingga naik  4 persen lebih. Rally saham mendapat dukungan dari aksi bargain hunting investor lokal merespon kenaikan harga nikel pasca kenaikan harga minyak mentah setelah sempat melemah pekan lalu.

Namun rally saham dibatasi oleh lanjutan aksi jual asing merespon kegagalan teknis dalam alat produksi INCO yang mengganggu proses produksi nikel yang ditargetkan mencapai 80000 ton. Namun dengan permasalahan pada tanur produksi perseroan tersebut membuat sulit tercapai, sebagai informasi produksi tahun ini baru mencapai 57000 ton.

memproduksi nikel sulit mencapai   hingga perdagangan hari Selasa (8/11). Awal pekan saham melonjak 8%  sedang hari Selasa naik 5,3%, dan sebelumnya akhir pekan lalu naik 1,9%. Saham memiliki kinerja yang mantap menghiraukan kinerja keuangan kuartal terakhir yang justru merugi.

Saham INCO mengakhiri perdagangan sesi pertama hari Selasa (22/11) ditutup menguat signfikan  ke posisi 3210 setelah awal perdagangan dibuka pada posisi 3200. Untuk volume saham yang diperdagangkan sudah  mencapai 83 ribu lot saham dengan sempat mencapai posisi tertinggi di 3240.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham INCO   bergerak  negatif   dengan   indikator MA  mulai naik dan indikator Stochastic  konsolidasi di area tengah.  Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik dengan +DI bergerak datar berpotensi menguat terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, rekomendasi saham INCO berikutnya pada kisaran support di posisi 3160 dan level resisten di 3250.

Lens Hue/VMN/VBN/ Senior Analyst at Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens 


Distribusi: Vibiznews

Speak Your Mind

*

*