Rupiah Menguat, Indikator Ekonomi Terkerek Positif

INILAHCOM, Jakarta – Dolar kini mulai melemah pada beberapa mata uang termasuk rupiah yang menguat 21 poin menjadi Rp14.255 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp14.276 per dolar AS.

Penguatan tersebut dinilai Samsul Hidayat, Direktur Penilaian Perusahaan PT. Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai pertanda perekonomian Indonesia mulai menggeliat positif.

Dia mengatakan, ada konfiden terhadap kemampuan pemerintah menstabilkan perekonomian Indonesia. “Ini respons positif dan mengindikasikan kepercayaan masyarakat terhadap potensi perbaikan perekonomian Indonesia,” ujar dia kepada INILAHCOM di Jakarta, Rabu (9/9/2015).

Selain itu, lanjut dia, rupiah menguat juga karena pasar merespons langkah pertemuan negara-negara yang tergabung dalam G20. “Setidaknya banyak perbincangan perbaikan dan solusi ekonomi masing-masing negara,” tuturnya.

“Pertemuan antara Menteri Keuangan dan Gubernur Bank sentral dalam KTT G20, seperti memberikan angin segar tentang arah kebijakan ekonomi global.”

Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama, Selasa atau Rabu (9/09/2015) pagi WIB. Itu karena investor menurunkan harapan mereka untuk kenaikan suku bunga pada September menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu depan.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,28 persen menjadi 95,955 pada akhir perdagangan. Dengan tidak adanya data utama yang keluar pada Selasa, investor menunggu pertemuan kebijakan Fed September yang dijadwalkan dibuka pada Rabu pekan depan. [jin]


Distribusi: Inilah.com – Pasarmodal

Speak Your Mind

*

*