Rupiah Melemah ke Posisi Rp 12.007 / USD

shadow

rupiah144

Financeroll – Laju nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (18/9) sore melemah 38 poin menjadi Rp 12.007 dibanding posisi sebelumnya Rp 11.969 per dolar AS.  Kurs Rupiah terdepresiasi menembus level Rp 12.000 per dolar AS menyusul sentimen dari hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang diperkirakan menaikan suku bunga lebih tinggi dari espektasi pada 2015 mendatang.  Kondisi itu mendorong pelaku pasar uang cenderung melakukan akumulasi terhadap mata uang Amerika Serikat tersebut. Koreksi mata uang juga terjadi pada mayoritas mata uang di negara-negara berkembang lainnya.

Di sisi lain, kebutuhan dolar AS di dalam negeri juga cukup tinggi menyusul kewajiban pembayaran untuk utang negeri (ULN) pada kuartal III tahun ini.  Dalam laman BI disebutkan bahwa utang luar negeri Indonesia pada akhir Juli 2014 tercatat sebesar 290,6 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan posisi akhir Juni 2014 sebesar 284,9 miliar dolar AS.

Posisi utang luar negeri itu terdiri dari ULN sektor publik sebesar 134,2 miliar dolar AS (46,2 persen dari total ULN) dan ULN sektor swasta 156,4 miliar dolar AS (53,8 persen). Setelah hasil pertemuan the Fed dolar AS menguat, hal itu dikarenakan pasar mengekspektasikan bahwa suku bunga AS (Fed rate) akan naik lebih cepat setelah mengakhiri program pembelian obligasinya.

Median dari proyeksi petinggi the Fed menunjukan pada akhir tahun 2015 Fed rate dapat mencapai 1,375 persen, itu lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya di bulan Juni yang menunjukan suku bunga Fed akan berada di level 1,125 persen pada akhir tahun 2015.  Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada hari Kamis ini (18/9), tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp 12.030 dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 11.908 per dolar AS.  [geng]


Distribusi: Financeroll Indonesia

Speak Your Mind

*

*