Rupiah Melemah ke Posisi Rp 11.766 / USD

shadow

rupiah183

Financeroll – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore melemah sebesar 21 poin menjadi Rp 11.766 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 11.745 per dolar AS.  Indeks dolar AS masih mencatatkan kenaikan terhadap rupiah menyusul ekspektasi pelaku pasar uang mengenai outlookekonomi AS semakin membaik sehingga membuka peluang Bank Sentral AS (the Fed) menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan.

Penguatan dolar AS kelihatannya masih akan membayangi pergerakan mata uang domestik ke depannya, apalagi sentimen dari dalam negeri belum ada yang mendukung bagi mata uang rupiah.   Data Non-farm Payrolls yang akan dirilis pada pekan ini diperkirakan masih sesuai ekspektasi. Selain itu, AS juga akan merilis data pesanan pabrik bulan Juli yang diperkirakan ada lonjakan kenaikan sekitar 10,9 persen.

Hasil data AS yang sesuai ekspektasi bisa mendorong atau mempertahankan penguatan dolar AS lebih lanjut. Kenaikan harga BBM subsidi segera terealisasi agar beban APBN tidak membesar. Jika defisit APBN membesar maka investor asing akan menganggap Indonesia tidak kredibel mengatur anggarannya.

Diharapkan pengaturan APBN membaik sehingga akan dinilai positif oleh investor terutama asing, capital inflow dapat terjadi dan akhirnya akan menguatkan mata uang rupiah.  Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari Rabu ini (3/9), tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp 11.781 dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 11.734 per dolar AS. [geng]


Distribusi: Financeroll Indonesia

Speak Your Mind

*

*