Rupiah Keok Lawan Dolar, JK: Kalau Terlalu Kuat Habis Industri Dalam Negeri

Tokyo -Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kembali menegaskan masyarakat tidak perlu cemas dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Bila rupiah terlalu kuat, JK justru menyebut akan membahayakan industri dalam negeri karena barang impor lebih murah.

“Kalau terlalu kuat habis industri dalam negeri. Investasi luar nggak berani masuk kalau kita terlalu kuat,” tegas JK di Hotel Imperial, Tokyo, Jepang, Jumat (13/3/2015).

Mengutip data Reuters, saat ini dolar AS diperdagangkan di Rp 13.190. Menguat dibandingkan kala pembukaan pasar yaitu di Rp 13.185.

Menurut JK, saat ini adalah momentum bagi Indonesia untuk menggenjot ekspor karena nilai tukar rupiah sedang kompetitif. Untuk itu, dia meminta pengusaha untuk terus berinvestasi terutama untuk membuat produk-produk berorientasi ekspor.

Pemerintah, lanjut JK, akan terus berupaya menyediakan iklim investasi yang mendukung dunia usaha. Misalnya dengan penyederhanaan perizinan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

“Sekarang izin lebih mudah. Tingkatkan ekspor dan tingkatkan investasi,” katanya.

Oleh karena itu, JK berpesan agar jangan terlalu khawatir dengan dolar AS yang sudah menyentuh level Rp 13.000. “Itu angka baru Rp 13.000, jangan khawatir,” ujarnya.

(hds/hen)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


Distribusi: finance.detik

Speak Your Mind

*

*