Rupiah Keok, IHSG Masih Menguat ke 5.210

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau meski nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Indeks rehat siang di 5.210 setelah naik 22 poin.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 8,215 poin (0,16%) ke level 5.196,399. Investor asing yang kemarin masih lepas saham kini mulai berburu secara selektif.

Aksi beli selektif terjadi di saham-saham unggulan. Sempat berhenti menanjak sejenak tapi Indeks mampu lanjutkan penguatan hingga titik tertingginya di 5.215.

Pada penutupan perdagangan Sesi I, Kamis (18/9/2014), IHSG naik 22,212 poin (0,43%) ke level 5.210,396. Sementara Indeks LQ45 menguat 7,171 poin (0,82%) ke level 885.831.

Saham-saham bank dan perkebunan naik cukup tinggi berkat aksi beli investor. Investor asing tak banyak bertransaksi, tapi siang ini sudah mencatat pembelian bersih dengan nilai tipis.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 103.856 kali dengan volume 3,7 miliar lembar saham senilai Rp 3,3 triliun. Sebanyak 145 saham naik, 118 turun, dan 85 saham stagnan.

Volume dan nilai transaksi perdagangan saham hari ini melonjak karena ada transaksi pembelian saham PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) senilai Rp 876 miliar di pasar negosiasi. Transaksi ini difasilitasi broker Bahana Securities (DX) selaku pembeli dan Sinarmas Sekuritas (DH) selaku penjual.Next

(ang/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!


Distribusi: finance.detik

Speak Your Mind

*

*