Rencana Kenaikan Bunga Fed Menghantam Indeks Nikkei

Bursa saham Jepang untuk perdagangan hari ini (20/3) ditutup mengalami penurunan. Melemahnya kembali bursa Jepang hari ini semakin menambah panjang tren bearish yang terus berlanjut. Sentimen negatif kali ini diperoleh dari adanya pernyataan dari Fed melalui Janet Yellen yang menyatakan bahwa pihaknya kemungkinan akan menaikan suku bunga acuan mencapai 1% sampai tahun 2015 mendatang. Kondisi tersebut membawa kekhawatiran bagi pasar yang menilai bahwa Fed harus terus menjaga suku bunga acuan guna menjaga kestabilan ekonomi dalam negeri AS.

Indeks Nikkei ditutup turun 1,6% menjadi 14224,23 basis poin. Sedangkan indeks berjangka mengalami pelemahan sebesar 192 poin menjadi 14215 basis poin dengan level support sebesar 14092 poin dan level resistant 14516 poin. Indeks Topix melemah 1,6% menjadi 1145,97 basis poin.

Saham-saham yang mengalami pelemahan diantaranya ialah saham Denso turun 3,3% menjadi 4631 yen, saham Tokyo Electric Power melemah 6,7% menjadi 376 yen, saham Sharp Corp melemah 5,4% menjadi 281 yen dan saham Canon Inc turun 1,28% menjadi 3006 yen.

Pergerakan bursa saham Jepang untuk perdagangan esok hari dinilai akan masih berpotensi mengalami pelemahan lanjutan. Dari sisi teknikal, aksi jual saham diprediksi akan masih berlanjut akibat masih adanya peluang bearish lanjutan pada sisi teknikal. Selain itu, tekanan juga akan datang dari sisi fundamental dimana dengan adanya rencana kenaikan suku bunga acuan Fed akan memicu kemungkinan akan dinaikannya pula suku bunga Bank of Japan.

Joko Praytno/Senior Analyst Economic Research at Vibiz Research/VM/VBN

Editor: Jul Allens

Pic : mi9.com


Distribusi: Vibiznews

Speak Your Mind

*

*