Regulator AS: Bitcoin Berisiko Peretasan dan Penipuan

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Sebuah regulator keuangan AS pada Selasa memperingatkan para konsumen bahwa menggunakan mata uang daring (online) bitcoin penuh dengan risiko, termasuk pencurian dengan peretasan dan penipuan.

Otoritas Pengawas Industri Keuangan (FINRA) mengeluarkan peringatan umum di tengah serentetan skandal yang melibatkan mata uang digital, yang popularitasnya telah meroket dan menjadi fokus dari banyak spekulasi selama dua tahun terakhir.

“Membeli dan menggunakan mata uang digital seperti bitcoin membawa risiko. Perdagangan spekulatif dalam bitcoin membawa risiko yang signifikan,” kata FINRA.

“Platform yang membeli dan menjual bitcoin dapat diretas, dan beberapa telah gagal. Selain itu, seperti platform sendiri, dompet digital dapat diretas. Sebagai akibatnya, konsumen dapat dan telah kehilangan uang.”

Badan yang mengatur industri sekuritas itu, mengatakan dompet digital, di mana para pengguna memegang bitcoin mereka pada file komputer, rentan terhadap pencurian dan tidak memiliki perlindungan hukum dan jaminan seperti yang dinikmati para deposan di bank-bank dan credit union AS.

Transaksi bitcoin — dirancang untuk mentransfer dana antara dua pihak tanpa bank atau perantara lainnya — juga rawan terhadap penipuan dan perampokan, serta ireversibel, FINRA menambahkan.

FINRA juga menunjuk penggunaan bitcoin dalam pencucian uang dan
pembayaran narkoba. Badan itu mengatakan bahwa bursa yang terlibat dalam aktivitas tersebut bisa ditutup.

FINRA mencatat penutupan Mt Gox yang berbasis di Jepang, setelah bursa bitcoin terbesar itu mengatakan pihaknya telah dirampok senilai hampir setengah miliar dolar mata uang digital, sebagian besar uang nasabahnya.

Mt Gox mengajukan perlindungan kebangkrutan di Jepang pada awal bulan ini dan di Amerika Serikat pada Senin (10/3).


Distribusi: Republika Online RSS Feed

Speak Your Mind

*

*