PT Eagle High Plantation Akhirnya Cetak Laba Rp189,47 Miliar


shadow

Financeroll – Setelah dikuasai konglomerat terkaya ke-6 di Indonesia Peter Sondakh, PT Eagle High Plantation Tbk. (BWPT) akhirnya mencetak laba bersih Rp189,47 miliar pada 2014 dari tahun sebelumnya yang masih rugi Rp17,06 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, disebutkan pada akhir tahun lalu perseroan juga berhasil mencetak laba bersih per saham dasar Rp9,08 dari sebelumnya rugi Rp0,83.

Emiten yang sebelumnya bernama PT BW Plantation Tbk. itu meraup lonjakan pendapatan usaha hingga 30,2% menjadi Rp2,25 triliun pada akhir tahun lalu dibandingkan dengan periode 2013 yang mencapai Rp1,73 triliun.

Perusahaan perkebunan kelapa sawit berkode saham BWPT tersebut mencatat beban pokok penjualan sebesar Rp1,63 triliun pada 2014 dari setahun sebelumnya Rp1,32 triliun. Laba kotor yang diraup akhirnya meningkat menjadi Rp629,13 miliar dari Rp428,09 miliar pada 2013.

Laba usaha yang diperoleh perseroan mencapai Rp345,35 miliar, lebih tinggi dari setahun sebelumnya Rp156,32 miliar. Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp274,47 miliar dari sebelumnya rugi Rp16,83 miliar.

Pada akhir tahun lalu, BWPT berhasil membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp194,63 miliar dari tahun sebelumnya yang mencetak rugi bersih Rp28,2 miliar. Laba komprehensif mencapai Rp190,63 miliar dari tahun sebelumnya rugi Rp170,76 miliar.

Hingga 31 Desember 2014, total aset Eagle High Plantation meroket menjadi Rp16,37 triliun dari tahun sebelumnya Rp7,02 triliun. Liabilitas sebesar Rp9,43 triliun dari Rp4,78 triliun dan ekuitas Rp6,94 triliun dari Rp2,23 triliun.

Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT BW Plantation Tbk. akhirnya menyetui penguasaaan Peter Sondakh melalui Grup Rajawali Corpora sebagai pemegang saham mayoritas perseroan. PT Rajawali Capital International menggenggam minimal 51% saham BWPT melalui mekanisme right issue.

Dengan demikian, Sondakh resmi mengeser kepemilikan keluarga Tjipto Widodo melalui PT BW Investindo sebagai pendiri BWPT. Bahkan, aksi korporasi tersebut juga membuat perusahaan milik Sondakh, Group Green Eagle, masuk ke pasar modal atau backdoor listing dengan diakuisisi oleh BWPT.

Peter Sondakh dicatat sebagai konglomerat terkaya ke-6 di Indonesia versi majalah Forbes. Sondakh diperkirakan memiliki kekayaan hingga US$2,3 miliar atau setara dengan Rp29,9 triliun.


Distribusi: Financeroll Indonesia

Speak Your Mind

*

*