Pecah Rekor Defisit Ekspor Selandia Baru di 2016

INILAHCOM, Wellinton – Komoditi ekspor terbesar Selandia Baru, daging dan susu mengalami penurunan di tahun 2016 menurut lembaga statistik pemerintah pada Senin (30/1/2017).

Total nilai ekspor di tahun 2016 sebesar NZ$48,4 miliar (setara Rp469,2 triliun). Angka ini turun sebesar NZ$544 juta (Rp5,2 triliun) dari tahun sebelumnya.

Penurunan nilai ekspor terbesar ada pada kelompok daging dan organ dalam sapi. Sedangkan kelompok ekspor terbesar kedua turun NZ$909 juta (Rp8.8 miliar), dengan penurunan kuantitas sebesar 7,4%.

Amerika Serikat sebagai menyumbang tiga perempat dari penurunan ekspor daging sapi. Sementara Uni Eropa menyumbang hampir setengah dari penurunan ekspor domba.

“Penurunan besar-besaran dalam ekspor daging di 2016, mencerminkan penurunan nilai dan kuantitas dari rekor di tahun 2015. Ekspor daging 2016 telah kembali ke tingkat yang sama dengan 2014,” kata senior manager statistik internasional, Nicola Growden dikutip dari Xinhua, Senin (30/1/2017).

Kuantitas ekspor susu, mentega dan keju naik ke angka tertinggi sebesar 3 juta ton. Namun, nilai ekspor susu sapi turun hampir 3%, sebesar NZ$11,2 miliar (Rp108,5 triliun).

Penurunan ekspor ini dipengaruhi turunnya harga minyak mentah serta bahan bakar, seiring semakin mahalnya harga mobil dan truk.

Defisit perdagangan tahunan Selandia Baru di 2016 mencapai 6,6% dibanding defisit di 2015. Dengan kata lain, defisit neraca perdagangan di 2016 adalah yang terbesar sejak 2008. [ipe]
   


Distribusi: Inilah.com – Pasarmodal

Speak Your Mind

*

*