Pasokan dari Irak aman, harga minyak menurun

SYDNEY. Harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) kembali menurun hari ini (3/7). Dengan demikian, penurunan harga minyak sudah berlangsung selama enam hari berturut-turut.

Berdasarkan data Bloomberg, siang tadi, harga kontrak minyak WTI untuk pengantaran Agustus turun sebanyak 53 sen menjadi SU$ 103,95 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 16.50 waktu Sydney, harga kontrak yang sama diperdagangkan di level US$ 104,13 per barel.

Kemarin, harga kontrak minyak turun 86 sen menjadi US$ 104,48 per barel yang merupakan level penutupan terendah sejak 11 Juni lalu.

Penurunan harga minyak terjadi di tengah spekulasi bahwa suplai minyak dunia akan meningkat setelah kelompok pemberontak Libya setuju menyerahkan dua terminal ekspornya.

Asal tahu saja, Libya membuka kembali fasilitas pengiriman ekspor minyak mereka yakni Es Sider dan Ras Lanuf setelah mencapai kesepakatan dengan kelompok pemberontak. Selain itu, kekerasan di Irak masih belum menyebar ke wilayah Selatan. Kawasan ini merupakan rumah dari tiga perempat produksi minyak Irak.

“Libya akan menambah suplai minyak dan saat ini pasokan minyak dunia tercukupi,” jelas Jonathan Barratt, chief investment officer Ayers Alliance Securities di Sydney.

Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran Agustus turun sebesar 53 sen atau 0,5% menjadi US$ 110,71 per barel di ICE Futures Europe Exchange.

Editor: Barratut Taqiyyah

Sumber: Bloomberg


Distribusi: Kontan Online

Speak Your Mind

*

*