Pascaputusan The Fed, IHSG Cenderung Melemah pada Pekan Ini

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) selama pekan ini akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserves tetap mempertahankan tingkat suku bunganya mendekati nol persen sejak 2006.

“Selama sepekan ini, kami mengekspektasikan IHSG mixed trend,” tulis riset PT KDB Daewoo Indonesia yang dipublikasikan, Senin (21/9).

Riset KDB menyatakan, potensi mixed tren dikarenakan berlanjutnya penjualan ekuitas (saham) di Bursa Efek Indonesia (BEI) oleh asing. Diketahui, asing melakukan penjualan ekuitas Indonesia sebesar Rp 464 miliar pada perdagangan akhir pekan lalu (18/9).

Adapun khusus hari ini, IHSG diperkirakan akan membentuk swing negatif dalam rentang 4.320-4.390.

Di sisi lain, bertahannya suku bunga The Fed sejak pertemuan 17 September 2015 waktu AS membuat mayoritas bursa global  tertekan, seperti MSCI World Index turun 1,3 persen sejak penutupan 17 September, sementara MSCI EM Index naik 0,3 persen. Bahkan, pasar negara maju seperti AS yakni S&P500 -1,6 persen), UK (FTSE100 -1,3 persen) dan Germany (DAX -3,1 persen) menunjukkan tren negatif. Sementara Indonesia naik tipis (JCI 0,04 persen), Tiongkok (Shanghai +0,4 persen) menunjukkan tren positif.

KDB tidak terlalu yakin dengan kondisi market global dan regioal, termasuk Indonesai hingga akhir tahun dikarenakan Fed cenderung akan menaikkan suku bunga pada tahun ini.

Berikut data bursa global dan regional pascaputusan The Fed yang mempertahankan suku bunga:

1. JCI: 4,380.3 (+0,04 persen)
2. EIDO: 18.51 (-3,19 persen)
3. DJIA: 16,384.5 (-1,74 persen)
4. FTSE100: 6,104.1 (-1,34 persen)

Whisnu Bagus Prasetyo/WBP


Distribusi: BeritaSatu – Pasar Modal

Speak Your Mind

*

*