Pasca jatuh ke US$ 79, minyak ditutup di US$ 81

NEW YORK. Harga minyak ditutup stabil pada akhir perdagangan Senin (27/10) di New York. Padahal, sebelumnya, harga emas hitam ini sempat anjlok ke bawah level US$ 80 setelah Goldman Sachs memangkas prediksi harga minyak seiring adanya sinyal penurunan permintaan dan meningkatnya suplai.

Data yang dihimpun Reuters menunjukkan, harga kontrak minyak WTI untuk pengantaran Desember turun 1 sen menjadi US$ 81. Sebelumnya, harga kontrak yang sama  sempat menyentuh level US$ 79,44, yang merupakan level terendah sejak Juni 2012 lalu.

Harga minyak Brent untuk pengantaran Desember juga turun ke posisi US$ 84,55 per barel.

“Pada awal transaksi harga minyak turun tajam. Namun, data penjualan rumah AS yang tak sesuai ekspektasi menyebabkan dollar melemah sehingga pelaku pasar kembali masuk,” jelas Bill Baruch, senior market strategist iitrader.com LLC di Chicago.

Baruch mengatakan, sentimen keseluruhan bagi pasar minyak masih bearish. Dia memprediksi, harga minyak akan berada di level US$ 75-US$ 77 per barel.

Editor: Barratut Taqiyyah


Distribusi: Kontan Online

Speak Your Mind

*

*