Pasar Minyak Mentah Tunggu Rapat OPEC Pekan Depan

INILAHCOM, New York – Harga minyak berjangka pada akhir perdagangan Jumat (19/5/2017) berada di level tertinggi dalam sebulan terakhir.

Pada akhir perdagangan tersebut, minyak mentah mencetak kenaikan mingguan lebih dari 5%. Pemicunya karena investor mengekspresikan optimisme tentang kemungkinan hasil dukungan harga pertemuan OPEC yang menjadi perhatian pasar pada pekan depan.

Namun, harga berada di bawah level terbaik sesi ini karena laporan mingguan yang menunjukkan kenaikan dalam jumlah rig minyak akti di AS.

Minyak mentah di West Texas Intermediate untuk Juni naik 98 sen atau 2% dan bertahan di harga US$50,33 per barel setelah menyentuh harga tertinggi pada US$50,49. Penutupan tersebut merupakan harga tertinggi sejak 19 April berdasarkan data dari Dow Jones. Kontrak WTI untuk Juni pada sepanjang pekan ini berakhir sekitar 5,2% lebih tinggi.

Minyak mentah Brent di ICE Futures Exchange London menanjak US$1,10 atau 2,1% menjadi US$53,61 per barel. Harga ini juga menetap di level tertinggi dalam satu bulan, sekitar 5,5% lebih tinggi dalam sepekan.

Sementara itu, pembahasan oleh kartel pada 25 Mei nanti adalah mengenai perpanjangan kesepakatan pemotongan produksi hingga akhir 2017 dan apakah pengurangan yang disepakati harus dilanjutkan lagi.

Perpanjangan pembatasan produksi yang diperkirakan akan terjadi dan pejabat energi dari Arab Saudi dan Rusia pekan ini,Hal ini memberi isyarat mereka mendukung perpanjangan mencapai sembilan bulan.

“Perpanjangan enam bulan untuk pemotongan saat telah diharapkan,” kata Colin Cieszynski, kepala strategi pasar di CMC Markets seperti mengutip marketwatch.com.

“Laporan terbaru juga menyarankan OPEC untuk melihat pemotongan pasokan yang lebih dalam untuk menopang pasar dan mengurangi kelebihan persediaan,” lanjutnya.

Analis pada Secular Investor mengatakan pada Jumat bahwa jika produsen minyak efisien dengan cap  produksi mereka seperti terakhir kalo, tidak ada alasan untuk harga akan berada di kisaran US$50-US$60.

“Ini cukup tinggi untuk menghemat neraca dan anggaran, namin masih cukup rendah untuk menghindari proyek minyak murah dan marjinal baru yang ditugaskan,” katanya.

Pada Jumat lalu, data mingguan dari Baker Hughes Inc. mengungkapkan pertumbuhna selama 18 pekan pada rig pengeboran minyak AS yang aktif telah meningkatkan kemungkinan produksi minyak yang lebih banyak.

Namun laporan pemerintah pada Rabu pekan ini menunjukkan penurunan produksi minyak dalam pekan pertama hingga pekan yang dimulai sejak Februari. Sebuah perkembangan yang juga membantu mengangkat harga minyak mentah minggu ini.

Sementara itu, pemilihan presiden di Iran juga menyita perhatian para pedagang minyak pada hari Jumat. Analis Commerzbank mengatakan hasilnya bisa memiliki konsekuensi besar bagi pasar minyak jika ulama konservatif Ebrahim Raisi memenangkan pemungutan suara. Raisi dan calon pemimpin reformasi, Hassan Rouhani memimpin dalam pemilihan itu.

“Kemenangan pemilihan Raisi akan mendorong harga minyak naik secara nyata,” kata analis Commerzbank.

Di sisi lain, “Musim berkendara akan dimulai dan sementara ini  mungkin hanya akan mengkompensasi permintaan minyak terkait permintaan minyak yang lebih rendah, ini akan membantu mengurangi tingkat persediaan minyak mentah dan turunan minyak,” kata analis Secular Investor.

Harga bahan bakar Nymex bulan Juni naik 2,9% menjadi US$1,652 per galon, berakhir sekitar 4,8% lebih tinggi pada minggu ini. Sementara heating oil untuk Juni naik 2,4% menjadi US$1,583 per galon, ditutup dengan kenaikan mingguan sebesar 6%.

Gas alam untuk Juni naik 2,3% menjadi US$3,256 per juta British thermal unit, diakhiri dengan penurunan mingguan sebesar 4,9%. [hid]


Distribusi: Inilah.com – Pasarmodal

Speak Your Mind

*

*