Minyak Semakin Ambruk Menjelang Akhir Pekan


shadow

Financeroll – Pada perdagangan komoditas di hari Jumat(10/10) minyak berjangka AS telah diperdagangkan turun menuju level terendah, ketika meningkatnya persediaan dan kekhawatiran atas pertumbuhan perekonomian global yang membebani permintaan harga komoditas.

Selama berlangsungnya perdagangan di Nymex, minyak berjangka untuk pengiriman November, telah diperdagangkan jatuh 1.25% di level 84.70 per barel.

Minyak berjangka mempunyai level support di level $82.10 per barel, dan level resistant di level $87.95.

Harga minyak tetap berada dalam tekanan setelah EIA melaporkan sebelumnya dalam laporan mingguannya bahwa persediaan minyak mentah AS telah meningkat 5 juta barel. jauh dari ekspektasi pasar yang telah perkirakan untuk naik menjadi 1.6 juta barel.

Laporan juga menunjukan bahwa stok bensin telah alami meningkat menjadi 1.2 juta barel, jauh dari perkiraan pasar  yang turun menjadi 1.0 juta barel.

Sementara itu, kekhawatiran atas kesehatan ekonomi global bertahan setelah Dana Moneter Internasional memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk ketiga kalinya tahun ini pada hari Selasa dan memperingatkan bahwa pemulihan masih lemah dan tidak merata.

Sentimen juga terpukul oleh kekhawatiran atas resesi di Jerman setelah dua pejabat setempat dilaporkan mengatakan bahwa ekonomi terbesar Eropa akan memangkas proyeksi pertumbuhan untuk 2014 dan 2015 minggu depan.

Pada perdagangan komoditas lainnya di ICE Futures, minyak Brent untuk pengiriman November diperdagangkan turun 0.74% di level $89.39  per barel, dengan meluasnya kontrak minyak WTI dan minyak Brent sebesar $4.69.


Distribusi: Financeroll Indonesia

Speak Your Mind

*

*