Minyak Mentah Kuasai Zona 100, Emas Terdesak

shadow

Di sesi Selasa harga minyak mentah kembali melesat naik dan berhasil ditutup di  $100,28 per barrel. Keberhasilan ini menjadi membuat potensi naik harga minyak mentah semakin besar.

Sebuah laporan pemerintah Amerika Serikat mengungkapkan penurunan mingguan stok bensin yang hampir tiga kali lebih banyak dari yang diharapkan pasar dan menunjukkan bahwa permintaan untuk bahan bakar naik selama empat minggu terakhir. Kabar tersebut membuat ekspektasi penurunan cadangan dan peningkatan konsumsi semakin besar. Hal ini akhirnya mendorong naik harga minyak mentah ke $100,46 per barrel.

Potensi naik masih terlihat hari ini apalagi perpindahan dari musim dingin ke musim semi yang akan menngktakan aktifitas warga di Amerika dan Eropa biasanya akan meningkatkan permintaan bensin.

Sementara itu harga emas bergerak turun ke $1298,50 per troy ounce mengalami tekanan yang lebih didorong oleh faktor teknikal dan sedikit penguatan dolar Amerika. Kekuatan zona $1300,00 hingga kini masih mampu untuk menahan tekanan jual yang berlangsung sejak harga emas gagal menembus zona $1400,00.

Tetapi emas tampaknya menemukan support juga dari tanda-tanda permintaan yang meningkat dari Tiongkok dan indikasi Bank Sentral Eropa mungkin mendukung langkah-langkah stimulus untuk membantu ekonomi di kawasan tersebut.

Hari ini para pelaku pasar akan memusatkan perhatian kepada data-data dari Inggris dan Amerika serta komentar Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Sandra Pianalto, untuk melihat kemungkinan langkah The Fed selanjutnya pasca pertemuan FOMC pekan lalu.

Jika zona $1310,00 bisa dilampaui, harga emas berpeluang semakin besar untuk terus melangkah naik terlebih jika faktor fundamental semakin mendukungnya.


Distribusi: Financeroll Indonesia

Speak Your Mind

*

*