Menurut Yellen Suku Bunga Rendah AS Tetap Dipertahankan

Dalam pidatonya  kepada Kongres Rabu kemarin, Gubernur The Fed, Janet Yellen menyampaikan bahwa pada saat ini kondisi ekonomi di AS memang sudah mulai membaik dan sudah mulai menunjukkan sinyal positif terhadap iklim bisnis dan investasi. 

Dalam pidatonya, Yellen menyatakan keprihatinannya atas pertumbuhan upah buruh yang melambat, tingginya tingkat pengangguran jangka panjang dan tingginya tingkat orang-orang yang saat ini sudah bekerja paruh waktu namun ingin mendapatkan pekerjaan yang bersifat penuh waktu. Kondisi ini tentu jika dibiarkan berlarut akan kembali menggoncang perekonomian negara.

Meski demikian, Yellen tetap menegaskan bahwa dengan berakhirnya musim dingin dan cuaca buruk maka tingkat produksi di AS dapat kembali rebound dan pertumbuhan ekonomi pada kuartal ini diperkirakan akan kembali solid.

Optimisme Yellen tersebut tampaknya belum bisa mengimbangi angka inflasi untuk negaranya, pasalnya pada tahun ini The Fed masih akan memakai suku bunga yang berada dibawah target The Fed, yaitu dibawah 2 persen, bahkan mendekati nol. Masih terjadinya slack di pasar tenaga kerja AS menjadi salah satu pertimbangan The Fed untuk tetap mempertahankan suku bunganya.

Di sisi lain, melambatnya penjualan sektor penjualan dan perumahan di AS saat ini dinilai memiliki resiko tinggi yang juga dapat berdampak terhadap perekonomian negaranya, Yellen menyampaikan bahwa hal ini juga disebabkan oleh sedang buruknya kondisi keuangan di negara-negara berkembang.

Pasca pidatonya, dini hari tadi terlihat bahwa bursa AS ditutup positif sebagai imbas dari respon positif pasar terhadap  optimisme Yellen terhadap pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan akan terus membaik ke depannya.

 

 

Stephanie Rebecca/Analyst Equity Research/VM/VBN-bbc
Editor: Jul Allens
pic:wikipedia


Distribusi: Vibiznews

Speak Your Mind

*

*