Laba Bank Bukopin Berhasil Tumbuh, Rally Saham Masih Terkoreksi

PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) per 31 Desember 2013 berhasil membukukan pendapatan bunga bersih konsolidasi sebesar Rp2,44 trilyun, turun tipis dari tahun 2012 sejumlah Rp2,46 trilyun. Sepanjang tahun lalu Bukopin menanggung beban operasional selain bunga bersih senilai Rp1,27 trilyun atau turun 9,0 persen dari tahun sebelumnya sehingga laba operasional naik 10,1 persen dari sebelumnya.

Sementara itu laba tahun berjalan setelah pajak bersih mencapai Rp934,62 milyar, tumbuh 12,0 persen dari Rp834,72 milyar. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross turun menjadi 2,26 persen dan NPL net menjadi 1,51 persen dengan loan to deposit ratio (LDR) 85,80 persen dari 83,81 persen.

Mengacu pada laporan keuangan BBKP tahun 2013 tersebut, terlihat bahwa perusahaan terus konsisten mencetak kenaikan laba dan pendapatan dari tahun ke tahun. Demikian juga dengan ROA dan ROE BBKP yang masing-masing tercatat sebesar 3,39% dan 21,21%.

Oleh karena itu, optimism manajemen PTPP untuk mengulang catatan gemilang tahun 2013 lalu dirasa memiliki dasar fundamental dengan melihat setiap progress yang dialami perusahaan dari tahun ke tahun berdasarkan data pada laporan keuangan mereka.

Pasca rilis informasi tersebut, terpantau pada hari ini (20/3), terpantau saham BBKP dibuka dengan harga yang sama dengan penutupan sebelumnya di 670.  Namun sebelum berita ini disampaikan saham terus melemah menuju supportnya dan kini ada di kisaran 630 – 670. Tercatat ada sebanyak 54.308 lot saham BBKP yang berhasil diperdagangkan hingga berita ini dimuat.

Secara teknikal, saham BBKP telah menembus resistence-nya. Indikator MA 5 masih berada diatas BB tengah. Stochastic terlihat sudah menembus area 80%. Kemudian RSI masih masih menanjak perlahan menembus area 70%. Indikator lain seperti ADX juga menunjukkan garis +DI berada diatas -DI. Hal memperkuat analisis bahwa saham BBKP masih berpotensi menguat namun terkoreksi.

Dengan melihat kondisi ini, diperkirakan harga saham BBKP masih dapat menguat tipis dan akan terkoreksi menuju resistance pada level Rp 644,4, sementara support berada pada Rp 594,6. 

Stephanie Rebecca/Junior Analyst Equity Research at Vibiz Research/VM/VBN

Editor: Jul Allens 


Distribusi: Vibiznews

Speak Your Mind

*

*