Komoditi Unggulan Terkoreksi Sebelum Rilis US GDP Final


shadow

Financeroll-Kabar mendadak mengenai serangan Arab Saudi terhadap Yaman sejak sesi transaksi pasar Asia kemarin, melecut komoditi unggulan menapaki jejak  bullish secara serempak dan intensif. Emas sukses menggapai level puncak 1219.65, disusul oleh performa Perak menyapa level high 17.39 dan yang paling tampil mengesankan adalah minyak mentah, meronta menuju level tertinggi 52.46

Pola alihan investasi para trader dan investor terhadap komoditi unggulan, terutama Emas dan Perak dilatari oleh argumentasi bahwa save haven asset lebih menarik pada saat tensi geopolitik kian meninggi, yang akan berujung pada ketidakpastian situasi.

Sedangkan lonjakan minyak mentah didasari oleh alasan bahwa kawasan Timur Tengah, sebagai lumbung terbesar minyak mentah di dunia, jika  tensi geopolitik kian memanas, akan berimplikasi pada gangguang eksport ( pengapalan minyak mentah).

Dan fase koreksi yang mendera Emas dan Perak yang berlangsung hingga sesi transaksi pasar Asia hari ini, bermula dari rilisan data US Unemployment Claims pada Kamis malam kemarin yang berlabel “sangat memuaskan”.

Data isian untuk tunjangan sosial tuna karya Amerika Serikat periode akhir pekan 21 Maret,  tercatat menurun sebanyak 9000 menjadi 282.000. Lebih bagus ketimbang estimasi yang ditawarkan oleh para analis, yaitu menurun sebanyak 1000 menjadi 290.000.

Potret cerah data US Unempolyment Claims tersebut, tidak saja membuka ruang bagi the greenback untuk kembali menekan rival karensi utama lainnya, juga sanggup meredam geliat Emas dan Perak lebih lanjut.

Sementara statemen Presiden Federal Reserve Bank Atlanta, Dennis Lockhart masih berkesan normatif, sebangun dengan pernyataan Fed Chairwoman, Jannet Yellen pekan lalu, meski dengan kemasan frasa yang agak berbeda tipis. Lockhart menandaskan bahwa  ia akan menunggu (:hasil data indictor ekonomi ) hingga medio tahun ini, sebelum diambil kebijakan peningkatan suku bunga.

Perkembangan pertempuran di Yaman, akan tetap menjadi titik atensi para trader dan investor minyak mentah dan logam mulia, yang tiba-tiba bisa memantul naikkan performa ketiganya. Level 53.00 akan menjadi resisten krusial pertama berikutnya bagi Minyak Mentah. Sedangkan kans minyak mentah menjalin grafik naik lebih lanjut akan ditentukan oleh level psikologis, 54.50

Dari sentiment fundamental, ujian terberat terutama bagi Emas dan Perak adalah publikasi data US Final GDP q/q  pada jam 19.30 WIB, dengan prediksi naik 2.4% dari sebelumnya 2.2%.  Bila selaras dengan ekspektasi, maka Emas dan Perak akan tertekan.

Bila hasilnya berlabel “sangat mengecewakan”, Emas dan Perak  berpotensi menapaki jejak bullish dan memungkinkan menutup episode akhir pekan dengan grafik menanjak.


Distribusi: Financeroll Indonesia

Speak Your Mind

*

*