Kekuatan Dollar AS Sesi Eropa Dipangkas Kondisi Yield Obligasinya

Bangkitnya kekuatan dollar AS sepanjang sesi Asia hari Selasa (27/12), mulai terpangkas sedikit demi sedikit masuki perdagangan sesi Eropa. Tampaknya pasar mempertimbangkan akan turunnya nilai imbal hasil obligasi AS akhir pekan lalu setelah pada sesi Eropa imbal hasil obligasi Jerman alami peningkatan.

Namun secara fundamental kekuatan dollar AS berpotensi bangkit kembali pada sesi Amerika saat dirilis data sentimen konsumen menurut survey CB periode bulan Desember yang diperkirakan menunjukkan skor yang lebih tinggi dari periode sebelumnya.

Pada sesi Eropa terpantau dollar hanya menguat terhadap yen dan poundsterling, kurs komoditas berhasil menguat merespon posisi kenaikan harga minyak mentah yang sempat terkoreksi di sesi Asia. Penguatan terhadap yen masih dipicu oleh sentimen di sesi Asia saat pemerintah Jepang merilis beberapa data ekonomi yang mengecewakan.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama pada perdagangan sesi Eropa (27/12)  bergerak negatif dari periode awal perdagangan yang dibuka  pada posisi 102.95, dan kini bergerak pada kisaran 103.00.

Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang


Distribusi: Vibiznews

Speak Your Mind

*

*