Jumat Sore, Rupiah Ditutup Melemah ke Posisi Rp 12.230 / USD

Jumat Sore, Rupiah Ditutup Melemah ke Posisi Rp 12.230 / USD

Jumat Sore, Rupiah Ditutup Melemah ke Posisi Rp 12.230 / USDFinanceroll – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (3/1) ditutup melemah 65 poin (0,53%) ke posisi Rp 12.215-12.230 dari posisi kemarin Rp 12.150-12.165.  Nilai  dolar AS mengalami penguatan signifikan semalam seiring aksi profit taking pada euro-dolar AS dan pundsterling-dolar AS. Akibatnya, penguatan dolar AS cukup kencang semalam dan berakibat negatif pada nilai tukar rupiah di perdagangan sesi pagi.

Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah mencapai level terlemahnya Rp 12.235 dengan level terkuat Rp 12.150 dari posisi pembukaan Rp 12.150 per dolar AS.  Kondisi itu, salah satunya dipicu oleh sektor manufaktur Inggris yang tidak sebagus prediksi. Angkanya berkurang dari 58,1 menjadi 57,3.

Pada saat yang sama, klaim tunjangan pengangguran AS turun dari 341 ribu menjadi 339 ribu sehingga memicu kejatuhan mata uang euro dan poundsterling terhadap dolar AS.  Indeks manufaktur AS sesuai prediksi memburuk dari 57,3 menjadi 57.  Secara umum, pasar lebih fokus dengan perkembangan sektor tenaga kerja AS. Sebab, kondisi tenaga kerja merupakan kunci untuk tapering Fed.

Tapering Fed, terus membayangi pasar hingga kebijakan tersebut selesai akhir 2014. Tapering Fed bisa di-adjust (bisa ditambah dan dikurangi) sehingga pasar terus menyesuaikan estimasinya.  Terlebih, besok pagi pasar akan mencermati berbagai petinggi The Fed yang akan menyampaikan pidato termasuk Gubernur The Fed Ben Bernanke.  Semuanya, akan memberikan petunjuk seberapa agresif tapering yang akan dijalankan oleh The Fed sehingga memicu kehati-hatian di pasar. Bernanke sendiri resmi pensiun pada akhir Januari 2014.

Dari Asia, rupiah mendapat takanan negatif dari indeks non manufaktur China yang turun dari 56 menjadi 54,6. Apalagi, data manufaktur China sebelumnya juga negatif dari 51,4 menjadi 51. Kondisi itu, memberikan sinyal rapuhnya momentum pertumbuhan ekonomi China.  Mengingat China merupakan mitra dagang Indonesia, juga menggerogoti outlook ekspor Indonesia ke China sehingga jadi tekanan negatif bagi rupiah.

Akhirnya  rupiah melemah meski dolar AS melemah juga terhadap mayoritas mata uang utama setelah mengalami penguatan tajam semalam. Indeks dolar AS melemah ke 80,035 dari sebelumnya 80,63.  Hanysa saja, terhadap euro,  dolar AS masih ditransaksikan menguat ke level USD 1,3652 dari sebelumnya USD 1,3670 per euro. [geng]

facebookgoogle_plusredditpinterestlinkedinmail


(Sumber : http://financeroll.co.id/feed/ )

Speak Your Mind

*

*