Jelang Data EIA, Harga Minyak Masih Melemah


shadow

Financeroll – Pergerakan bursa komoditas minyak berjangka di hari Rabu(1/4), harga minyak telah diperdagangkan lebih rendah ketika meningkatnya aktifitas manufaktur di wilayah Tiongkok serta menjelang dirilisnya laporan persediaan minyak Amerika malam ini.

Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, minyak West Texas Intermediate pengiriman Mei telah diperdagangkan lebih rendah 0.12% dengan berada di level $47.55 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Pergerakan harga minyak WTI terpantau bergerak menyentuh level $47.13 untuk sesi terendah harian dan level $47.96 untuk sesi tertinggi harian.

Sedangkan pada pergerakan minyak premium Eropa, Brent Oil pengiriman Mei juga terpantau alami penurunan 0.19% di level $55.10 per barel di ICE Future Europe exchange yang berbasisi di London. Pergerakan harga minyak premium Eropa sejak pagi ini telah bergerak menyentuh level $54.78 untuk sesi terendah harian dan level $55.41 untuk sesi tertinggi harian.

Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh CFLP menyatakan bahwa PMI Manufaktur Tiongkok telah alami kenaikan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 50.1 di bulan Maret, dari 49.9 di bulan Februari. Laporan terpisah lainnya yang dirilis oleh Markit menyatakan bahwa HSBC PMI Manufaktur Tiongkok telah alami kenaikan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 49.6 di bulan Maret dari 49.2 di bulan Februari.

Meski demikian, meningkatnya aktifitas manufaktur di negeri Tirai bambu tersebut belum mampu mendorong kembali kenaikan pada harga minyak dunia saat ini. Sementara itu kembali ke wilayah Amerika, perhatian pasar tengah tertuju kepada sebuah laporan resmi pemerintah mengenai persediaan minyak mentah di wilayah AS, yang mana Energy Information Administration dijadwalkan akan merilis laporannya pada pukul 21.30 waktu Jakarta.

Survei ekonom telah memperkirakan bahwa persediaan minyak AS akan meningkat sebanyak 4.2 juta barel pada pekan lalu.

Di sesi sebelumnya, berdasarkan laporan resmi yang dirilis American Petroleum Institute  telah menyatakan bahwa persediaan minyak mentah telah naik sebanyak 5.2 juta barel pada pekan yang berakhir 27 Maret. Survei ekonom pada awalnya telah memperkirakan bahwa pasokan minyak AS ini akan mengalami kenaikan sebanyak 3.5 juta barel. (Aditya Arief – FR)


Distribusi: Financeroll Indonesia

Speak Your Mind

*

*