Indikasi Permintaan Naik, Harga Minyak Menguat


shadow

Financeroll – Harga minyak naik pada Selasa, menyusul sinyal kenaikan lebih dari perkiraan atas permintaan sedunia. Tahun lalu, ketidaksesuaian antara pasokan kuat dan permintaan yang sedang-sedang saja memicu nilai minyak turun hingga separuhnya.

Konsultan penelitian Energy Aspects memperkirakan permintaan minyak mentah sedunia mencapai rekor tertinggi pada Desember. Dalam periode yang sama, permintaan tumbuh pada fase tercepat untuk 18 bulan.

Acuan minyak sedunia jenis Brent diperdagangkan naik 1% pada level $59,50 per barel di bursa ICE Futures London. Sedangkan di New York Mercantile Exchange, kontrak berjangka minyak mentah jenis light sweet diperdagangkan pada level $49,76 per barel. Angkanya naik 0,6% dari Senin.

“Permintaan meroket dalam beberapa bulan belakangan, mengingat orang-orang menangguk untung dari minyak yang lebih murah—kita bisa melihat buktinya pada penguatan penjualan mobil SUV di Amerika Serikat, sebagai contoh,” papar Hamza Khan, pakar senior komoditas di ING Bank.

Khan memperkirakan Brent mencapai harga rata-rata $70 per barel dalam Kuartal III tahun ini, sebelum menyentuh $85 per barel pada 2016.”

Energy Aspects memprediksi permintaan minyak dunia menyentuh rekor tertinggi sebesar 94 juta barel per hari pada Desember. Perkiraan ini mencerminkan pertumbuhan secara tahunan sebesar 2,2 juta barel per hari, yang terkuat dalam 18 bulan terakhir.

Tetap saja, Energy Apects memprediksi tekanan hangka pendek terhadap harga minyak, lantaran harga terkini tak cukup rendah menyeimbangkan pasar.

“Harga pada level $60-$70 cukup untuk memperketat pertumbuhan produksi minyak Amerika Serikat, tapi kurang rendah demi membatalkan proyek langsung,” papar konsultan penelitian itu.


Distribusi: Financeroll Indonesia

Speak Your Mind

*

*