Indeks Komposit Shanghai Terpukul Mundur, Masih Terkena Imbas Lesunya Neraca Perdagangan China

Pada perdagangan di bursa saham China pagi hari ini terjadi pergerakan yang melemah (11/3). Penutupan perdagangan di Wall Street yang melemah membuat para investor kekurangan arahan untuk melakukan pembelian.

Bursa saham China tampak melanjutkan penurunan yang terjadi pada perdagangan Senin kemarin. Pada hari Senin indeks benchmark di bursa China anjlok ke bawah level 2000 poin untuk pertama kalinya sejak tanggal 21 Januari akibat data neraca perdagangan yang mengalami deficit besar-besaran di bulan Januari lalu.

Saham-saham unggulan tampak mengalami penurunan yang signifikan. Saham Petrochina membukukan penurunan lebih dari 2 persen.

Hari ini para investor juga mencerna kabar mengenai rencana pemerintah China untuk melakukan uji awal bagi bank-bank swasta di wilayah Tianjin, Shanghai, Zhejiang dan Guangdong. Langkah ini merupakan upaya untuk membuka sector perbankan China yang terkenal rigid.

Hari ini indeks benchmark di bursa saham Shanghai terpantau mengalami penurunan tipis. Indeks komposit Shanghai terpantau berada pada posisi 1996.94 poin, membukukan penurunan sebesar 2.12 poin atau 0.06 persen.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan indeks benchmark di bursa saham China pagi ini akan cenderung mengalami pergerakan yang sideways dan terbatas. Indeks komposit Shanghai akan bergerak pada kisaran 1960 – 2020 poin.

Ika Akbarwati/Senior Analyst Economic Research at Vibiz Research/VM/VBN

Editor: Jul Allens


Distribusi: Vibiznews

Speak Your Mind

*

*