IHSG Menanjak, Ini Rekomendasi 7 Saham

INILAHCOM, Jakarta – Hingga penutupan sore nanti, laju IHSG diprediksi menguat dalam rentang support 5.240 dan resisten 5.300. Resisten berikutnya, 5.325. Tujuh saham disodorkan.

David Sutyanto, analis First Asia Capital mengatakan, IHSG kemarin gagal ditutup di teritori positif meskipun inflasi Januari turun menjadi negatif 0,24% secara bulanan dan neraca perdagangan Desember mengalami surplus US$186,6 juta. IHSG ditutup terkoreksi 13,168 poin (0,25%) di 5.276,236.

Transaksi berlangsung kurang bergairah dengan nilai transaksi di pasar reguler hanya Rp3,6 triliun. “Sejumlah saham sektoral bergerak di teritori negatif terimbas sentimen negatif pasar kawasan Asia dan global dan juga pergerakan rupiah atas dolar AS kembali melemah ke 12.700,” katanya kepada INILAHCOM di Jakarta, Selasa (3/2/2015).

Defisit neraca perdagangan sepanjang 2014 lalu yang menyusut menjadi US$1,89 miliar dari tahun sebelumnya yang mencapai defisit US$4,07 miliar belum banyak membantu penguatan rupiah atas dolar AS.

Dari kawasan Asia, sentimen negatif dipicu kekhawatiran perekonomian China setelah data indeks Manufacturing PMI Januari mengindikasikan terjadinya kontraksi yakni di 49,8 di bawah estimasi 50,2 dan bulan sebelumnya 50,1. Selain faktor China, perlambatan ekonomi AS di kuartal empat 2014 yang hanya tumbuh 2,6% dibandingkan kuartal sebelumnya 5% turut mempengaruhi sentimen pasar.

Sementara Wall Street tadi malam bergerak fluktuatif namun berhasil ditutup menguat di atas 1% terutama dipicu kenaikan saham sektor energi dan sentimen dari zona Euro. Indeks DJIA sempat terkoreksi 0,7% setelah data indeks manufaktur AS Januari turun ke 53,5 di bawah perkiraan 54,5 dan bulan sebelumnya 55,1.

Namun, di sesi akhir terjadi rally sehingga berhasil menguat 1,14% di 17.361,04. Penguatan DJIA tadi malam terutama digerakkan oleh saham energi menyusul kenaikan harga minyak mentah di AS sebesar 3% di US$49,79 per barel.

Sentimen positif juga datang dari Yunani, di mana pemerintahan baru mengusulkan restrukturisasi utang dengan kreditornya dengan mengganti utang lama dengan utang baru yang dikaitkan dengan pertumbuhan negara tersebut.

Di atas semua itu, dengan dukungan pasar global yang kembali kondusif, IHSG diperkirakan berpeluang menguat terbatas. “IHSG akan bergerak bervariasi dalam rentang konsolidasi dengan support di 5.240 dan resisten di 5.300,” imbuhnya.

Secara teknikal, support pertama IHSG di posisi 5.240 dan support kedua di angka 5.225. Di sisi lain, resisten pertama di angka 5.300 dan resisten kedua di posisi 5.325.

Di atas semua itu, David menyodorkan beberapa saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah:


Distribusi: Inilah.com – Pasarmodal

Comments

  1. michael octavianus says:

    Ulasan yg bagus dan rinci namun belum dijelaskan saham-saham apa yang direkomendasikan.

Speak Your Mind

*

*