IHSG Masih Cenderung Memerah

INILAHCOM, Jakarta – IHSG masih cenderung bergerak turun. Setelah sempat rebound hingga menyentuh level 5.211, IHSG kembali melemah.

Menurut praktisi pasar modal, Stefenus Mulyadi Handoko, IHSG masih belum dapat melewati resisten gap di 5.231, sehingga berpeluang untuk turun lebih lanjut. “Technically, IHSG saat ini masih dalam kondisi downtrend,” katanya Minggu (26/11/2016).

Pola ini akan terkonfirmasi apabila IHSG kembali turun membentuk lower low, dengan menembus kebawah support 5.043. Penembusan support tersebut akan membawa IHSG untuk turun menuju target minor dilevel 4.937, dengan target utama di 4.766.

Untuk awal pekan ini, IHSG berpotensi bergerak dalam rentang support di 5.079, sedangkan resistennya berada di level 5147. Indikator teknikal Stochastic kembali death cross dan bergerak turun. Sementara MACD masih bergerak turun di bawah centreline. “Dari kondisi ini dapat disimpulkan IHSG masih cenderung bergerak negatif dalam fase downtrend.”

Sementara agenda ekonomi yang dapat dicermati pekan ini adalah rilis data inflasi dan manufaktur pada hari Kamis tanggal 1 Desember 2016. Sedangkan dari luar negeri, beberapa agenda dan data ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar adalah, Senin Pernyataan Presiden ECB Mario Draghi. Hari Selasa, Rilis data tingkat pengangguran Jepang, Rilis data GDP dan kepecayaan konsumen AS. Hari Rabu, Meeting OPEC, Pernyataan Presiden ECB Mario Draghi, Hasil stres Tes Bank di Inggris, Rilis data persediaan minyak AS.

Hari Kamis, Rilis data manufaktur China, Rilis data tingkat pengangguran zona euro, Rilis data klaim pengangguran dan manufaktur AS. Hari Jumat, Rilis data pekerjaan AS.


Distribusi: Inilah.com – Pasarmodal

Speak Your Mind

*

*