IHSG Bervariasi, Ini Rekomendasi 7 Saham

INILAHCOM, Jakarta – Hingga penutupan sore nanti, laju IHSG diprediksi variatif dalam kisaran support-resisten 5.460-5.520. Inilah rekomendasi untuk tujuh saham.

Setelah mencetak level tertinggi baru sehari sebelumnya, IHSG kemarin tutup di teritori negatif. Indeks terkoreksi 36,706 poin (0,66%) di 5.486,584. “Pelaku pasar cenderung merealisasi keuntungan meskipun pasar saham kawasan Asia kemarin umumnya bergerak di teritori positif,” kata David Sutyanto, analis riset First Asia Capital kepada INILAHCOM, di Jakarta, Kamis (9/4/2015).

 Aksi ambil untung terutama melanda saham Astra International Tbk (ASII) menyusul pencapaian laba 2014 yang di bawah ekspektasi. Selain saham ASII, koreksi IHSG juga dipicu tekanan jual di sejumlah saham perbankan dan tambang.

Sedangkan aksi beli selektif melanda saham jasa konstruksi dan perkebunan. Nilai transaksi di Pasar Reguler kemain meningkat mencapai Rp5,2 triliun dengan pembelian bersih asing mencapai Rp258 miliar.

Sementara Wall Street bergerak bervariasi tutup di teritori positif. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan S&P masing-masing menguat 0,15% dan 0,27% tututp di 17.902,51 dan 2.081,90. Pelaku pasar merespons catatan hasil pertemuan The Fed bulan lalu yang mengindikasikan keinginan kenaikan tingkat bunga ditunda dari konsensus sebelumnya mulai pertengahan tahun ini.

Pergerakan Wall Street turut dipengaruhi harga minyak mentah tadi malam yang anjlok 5,6% di US$50,98 per barrel yang kembali menekan harga saham sektor energi. “Pelaku pasar juga tengah mengantisipasi rilis laba emiten kuartal pertama tahun ini yang dimulai dari rilis laba Alcoa yang mencatatkan hasil di atas ekspektasi pasar, namun pendapatan di bawah konsensus,”  tuturnya.

Pada perdagangan Kamis ini, IHSG diperkirakan akan kembali bergerak bervariasi terutama digerakkan dengan sejumlah isu individual dan penurunan kembali harga minyak mentah. Penurunan kembali harga minyak mentah akan cenderung berdampak positif bagi perekonomian nasional.

Sebaliknya, penurunan harga minyak mentah kurang menguntungkan pergerakan saham berbasiskan energi. Nilai tukar rupiah atas dolar AS diperkirakan berpeluang kembali menguat. IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support di 5.460 dan resisten di 5.520 berpeluang menguat terbatas.

Secara teknikal, support pertama IHSG berada di angka 5.460 dan support kedua di posisi 5.410. Di sisi lain, resistance pertama di angka 5.520 dan resistance kedua di angka 5.550.

Di atas semau itu, dia menyodorkan beberapa saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah:


Distribusi: Inilah.com – Pasarmodal

Speak Your Mind

*

*