IHSG 22 Maret Dibuka Turun Tertekan Pelemahan Bursa Wall Street dan Asia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan Rabu (22/03) dibuka lemah 30,36 poin atau 0,55 persen, pada 5512,73. Pelemahan IHSG terpengaruh kemerosotan bursa Wall Street dan Asia.

Bursa saham AS membukukan hari terburuk mereka tahun ini pada akhir perdagangan Rabu dinihari (22/03), terganjal pelemahan saham perbankan menghadapi tekanan dari jatuhnya imbal hasil, demikian juga penurunan minyak mentah menekan pasar saham.

Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 237,85 poin, atau 1,14 persen, menjadi ditutup pada 20,668.01. Indeks S & P 500 turun 29,45 poin, atau 1,24 persen, menjadi berakhir pada 2,344.02. Indeks Nasdaq jatuh 107,70 poin, atau 1,83 persen, menjadi ditutup pada 5,832.53.

Lihat : Bursa Wall Street Tenggelam Lebih 1 Persen, Terburuk Tahun 2017

Pagi ini bursa Asia juga dibuka melemah mengikuti Wall Street. Semua indeks utama kawasan Asia berada di zona merah.

Memasuki pukul 09.15 WIB, IHSG bergerak lemah 0,75 persen pada 5501,40, dengan 67 saham menguat dan 142 saham melemah. Tercatat transaksi sebesar lebih Rp 553,46 miliar dari lebih 9,79 juta lembar saham diperdagangkan dengan transaksi sebanyak lebih 32.500 kali.

Pagi ini IHSG tertekan oleh semua sektor yang negatif, dengan pelemahan tertinggi sektor Konsumer yang melemah 1,11 persen.

Mata uang Rupiah melemah pagi ini. Pasangan kurs USDIDR menguat 0,1 persen pada 13,333.

Pagi ini terjadi aksi jual saham investor asing. Terpantau dana asing yang keluar pasar modal mencapai net Rp. 13,47 miliar.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya IHSG berpotensi melemah terbatas dengan pelemahan bursa global. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 5480-5460, dan kisaran Resistance 5520-5540.

Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center 
Editor: Asido Situmorang


Distribusi: Vibiznews

Speak Your Mind

*

*