Harga minyak turun saat Rusia terancam sanksi

NEW YORK. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun karena adanya spekulasi bahwa Amerika Serikat (AS) akan memberikan sanksi kepada Rusia. Sanksi berkaitan dengan dukungan Rusia Rusia terhadap Crimea yang ingin berpisah dari Ukraina.

Tak hanya harga minyak acuan AS harga minyak acuan Eropa atau Brent juga turun ke posisi harga terendah lima pekan. Pasar menilai, adanya sanksi dari AS dan Uni Eropa kepada Rusia, dinilai tak bisa mengganggu pengiriman minyak.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turun 81 sen menjadi US$ 98,08 per barel di New York Mercantile Exchange, Senin (17/3). Harga minyak berjangka menyentuh posisi US$ 97,37 per barel, level intraday terendah sejak 7 Februari.

Harga minyak WTI berjangka turun 0,8% di New York, sedangkan harga minyak Brent di Eropa turun 1,8%. Presiden AS Barack Obama menyatakan, akan memberikan sanksi kepada Rusia jika mendukung pemisahan diri Krimea dari Ukraina.

Kemarin, sekitar 97% warga Krime memutuskan untuk meninggalkan Ukraina dan bergabung dengan Rusia, negara penghasil energi terbesar di dunia. “Adanya sanksi-sanksi dari AS dan Uni Eropa tidak akan berdampak pada aliran minyak ,” kata John Kilduff, partner Again Capital LLC di New York. Ia menjelaskan, adanya sanksi dari AS hanya bisa memperlambat laju ekonomi dari Rusia.

Sementara itu, harga minyak Brent pengiriman Mei turun US$ 1,97 menjadi US$ 106,24 per barel di London. Harga minyak acuan Eropa itu memiliki selisih harga US$ 8,62 dengan harga minyak WTI . 

Editor: Asnil Bambani Amri


Distribusi: Kontan Online

Speak Your Mind

*

*