Harga Minyak Sempat Tolong Rupiah

INILAHCOM, Jakarta Dalam sepekan terakhir, nilai tukar rupiah menguat atas dolar AS seiring kenaikan harga minyak. Akan tetapi, ekspektasi pemulihan ekonomi AS membatasi penguatan tersebut. Seperti apa?

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dilansir Bank Indonesia (BI) dalam sepekan terakhir, nilai tukar rupiah menguat 33 poin (0,264%) ke posisi 12.467 per dolar AS pada pekan yang berakhir Rabu, 24 Desember 2014 dibandingkan akhir pekan sebelumnya, Jumat, 19 Desember 2014, di angka 12.500.

Reza Priyambada, kepala riset Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI) mengatakan, laju nilai tukar rupiah mengawali pekan kemarin di zona hijau. “Masih berlanjutnya penguatan rupiah ini terjadi seiring dengan imbas tidak langsung penguatan harga minyak mentah global,” katanya kepada INILAHCOM di Jakarta, Minggu (28/12/2014).

Harga minyak mentah menguat setelah Menteri Arab Saudi, Ali Al-Naimi mengatakan, pelemahan harga minyak mentah akan berakhir dan pasar komoditas akan pulih. “Pelaku pasar pun beralih ke kontrak minyak dan sementara melepas dolar AS,” ujarnya.

Selain itu, terapresiasinya laju nilai tukar euro yang merespons pernyataan tersebut dan menguatnya kembali rubel Rusia setelah China menawarkan bantuan dan currency swaps, turut menopang terapresiasinya rupiah. “Tidak berapa lama, laju nilai tukar rupiah kembali melemah seiring dengan berbalik positifnya nilai dolar AS,” papar dia.

Beredarnya perkiraan akan membaiknya rilis data-data AS membuat laju dolar AS kembali mengalami peningkatan. “Terutama, untuk rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang diperkirakan meningkat,” tuturnya.

Sebaliknya, adanya ekspektasi rilis data-data ekonomi Inggris yang masih melambat membuat laju Pounds melemah dan merembet pada kurangnya potensi kenaikan lanjutan rupiah. “Laju nilai tukar rupiah jelang libur Natal masih kembali melemah seiring dengan berbalik positifnya nilai dolar AS,” ungkap dia.

Rilis positif chain store sales, redbook, house price index, new home sales, dan GDP growth rate AS memberikan sentimen positif pada nilai tukar dolar AS. “Pelaku pasar melihat kian berlanjutnya pemulihan ekonomi AS dan kondisi tersebut memberikan aura positif pada laju dolar AS,” imbuhnya. [jin]


Distribusi: Inilah.com – Pasarmodal

Speak Your Mind

*

*