Harga Beli Emas Antam Anjlok Rp 6.000

TEMPO.CO, Jakarta – Harga emas batangan di Unit Bisnis Pengolahan dan Penjualan PT Aneka Tambang menurun drastis. Setelah sempat turun Rp 1.000 per gram pada akhir pekan lalu, mengawali pekan kedua Oktober ini, harga emas yang dibeli kembali (buyback) oleh Antam anjlok Rp 6.000 per gram. (Baca : Harga Emas Antam Melemah)

Dikutip dari laman resmi logammulia.com, Senin, 6 Oktober 2014, harga yang diberikan kepada masyarakat untuk menjual emasnya kembali dibanderol Rp 463 ribu per gram. Harga tersebut turun Rp 6.000 per gram dibandingkan perdagangan akhir pekan lalu yang masih Rp 469 ribu per gram. (Baca : Harga Buyback Emas Antam Anjlok)

Serupa dengan harga buyback, harga penjualan emas Antam ikut merosot. Hari ini harga emas dipatok Rp 523 ribu per gram alias turun Rp 2.000 per gram dibandingkan pekan lalu. (Baca : Harga Emas Antam Stabil)

Senin ini harga emas dipatok sekitar Rp 523-483 ribu per gram. Harga terbesar untuk ukuran 1 gram dan harga terkecil untuk ukuran 250 gram. Hanya ada perbedaan Rp 10 ribu per gram untuk emas yang dijual di Gedung Antam Jakarta, yakni sebesar Rp 533 ribu per gram.

Meski harga emas Antam di Jakarta anjlok, harga di emas di tujuh kota besar lainnya masih terpantau positif. Seperti di Bandung, Surabaya, dan Semarang harga emas dibanderol Rp 536 ribu per gram. Harga emas di Makasar, Palembang, Balikpapan, dan Banjarmasin juga dipatok Rp 536 ribu per gram.

Hari ini PT Antam menyediakan seluruh ukuran emas. Seperti biasa, transaksi pembelian emas batangan bisa dilakukan langsung di PT Antam di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, atau di Gedung Antam, Jalan T.B. Simatupang, Jakarta Selatan. Transaksi pembelian akan dibatasi hingga maksimal 150 nomor antrean saja.

AYU PRIMA SANDI

Berita Terpopuler
Koalisi Prabowo Diklaim Dukung Perpu Pilkada
Unjuk Rasa Berakhir Ricuh, FPI Salahkan Ahok
Ini Profil Nurhayati Calon Ketua MPR dari Demokrat
Kronologi Tabrakan Mobil Hotman Vs Mobil Boks
Dalang Demo Rusuh FPI Buron
Tabrakan di Jalan Tol, Hotman Paris Diperiksa Polisi


Distribusi: Tempo.co News Site

Speak Your Mind

*

*