GJTL bidik pendapatan tumbuh 10%-15% tahun ini

JAKARTA. PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) berharap nilai tukar rupiah bisa semakin stabil. Perbaikan pertumbuhan ekonomi juga diharapkan bisa mendorong pendapatan GJTL. Perseroan yakin tahun ini masih bisa mencetak pertumbuhan pendapatan sekitar 10%-15%.

Chatarina Widjaja, Direktur GJTL mengatakan, tahun ini perseroan masih akan mengandalkan ekspor ke Amerika Serikat (AS). Ia mengatakan, perseroan belum memiliki tujuan ekspor baru, namun ada beberapa produk baru yang akan diekspor.

“Misalnya saja, produk ban sepeda motor. Meski masih sedikit, tetapi diharapkan bisa meningkat dan menambah pendapatan,” ujar Chatarina saat ditemui di Jakarta, akhir pekan lalu.

Tahun ini, GJTL menganggarkan belanja modal sebesar US$ 40 juta hingga US$ 50 juta hanya untuk pemeliharaan infrastruktur. Nilai ini masih belum termasuk rencana pengembangan perseroan.

“Kami masih akan mengandalkan kas internal untuk memenuhi kebutuhan tahun ini dan belum ada rencana mencari pendanaan dari luar,” imbuhnya.

Ia yakin, dengan nilai tukar rupiah yang membaik, perseroan bisa membidik pertumbuhan yang lebih tinggi. Maklum, kinerja GJTL banyak dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Hal ini terlihat pada kinerja kuartal III tahun 2015 lalu. Pada periode itu, penjualan GJTL masih turun dari Rp 9,6 triliun menjadi Rp 9,5 triliun. Depresiasi rupiah tahun lalu juga membuat GJTL mencetak kerugian kurs mata uang asing yang sangat tinggi, mencapai Rp 1,1 triliun.

Hal ini mengakibatkan perseroan mencetak rugi bersih sebesar Rp 749,6 miliar. pada periode yang sama tahun sebelumnya, GJTL masih membukukan laba Rp 236 miliar.

Bottom line GJTL memang rentan terhadap pergolakkan nilai tukar. Hal ini karena perseroan juga memiliki sebagian utang dalam dollar AS. Total liabilitas GJTL mencapai Rp 12,1 triliun. Sementara ekuitasnya hanya tercatat Rp 5 triliun.


Distribusi: Kontan Online

Speak Your Mind

*

*