Efek Brexit Masih Ancam Sektor Ini di Bursa Asia

INILAHCOM, Hong Kong – Bursa saham Asia bergerak variatif pada peradagangan Senin (27/6/2016). Dampak Brexit yang dipilih warga Inggris masih menekan sebagian indeks saham.

Kemenangan 51,9 kubu Brexit dengan 17,4 juta orang memunculkan situasi kekacauan di pasar keuangan yang tidak terduga. Dari dunia politik segera muncul krisis dengan mundurnya PM Inggris David Cameron pada Jumat akhir pekan lalu. Sementara dari pasar global kehilangan dana US$2,1 triliun yang menguap entah kemana.

Pada perdagangan Jumat akhir pekan lalu, indeks Nikkei turun 7,9 persen, indeks Dow Jones tergerus 610 poin, nilau tukar sterling mencapai titik terendah dalam 30 tahun terakhir terhadap dolar ke US$1,3224.

“Keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa telah memicu investor berburu aset safe hafen dan mata uang. Reaksi di awal yang panik tetapi sekarang sudah moderat,” kata Brian Martin dari ANZ seperti mengutip cnbc.com.

Yen Jepang diperdagangkan terhadap dolar di level 101,92 per HK/SIN pada Senin pagi. Padahal pada hari Jumat telah merosot ke bawah 100. Investor panik dan berebut obligasi yen dan aset safe haven lainnya.

 


Distribusi: Inilah.com – Pasarmodal

Speak Your Mind

*

*