Dolar Rp 11.900, BI: Jangan Lihat Kurs Lemah Pasti Jelek!

Jakarta -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini mendekati Rp 12.000. Menurut Mirza Adityaswara, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), level rupiah saat ini cukup baik untuk mengurangi impor dan mendorong ekspor.

Dikutip dari Reuters, saat ini dolar diperdagangkan di posisi Rp 11.970. Sementara data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menunjukkan, dolar berada di posisi Rp 11.985.

“Jangan melihat kurs lemah itu pasti jelek, kurs menguat pasti bagus. Itu satu dulu prinsipnya,” tegas Mirza di gedung BI, Jumat (19/9/2014).

Indonesia, lanjut Mirza, saat ini tengah mengalami defisit neraca perdagangan. Artinya, impor lebih besar dibandingkan ekspor. “Maka impornya perlu diperkecil dan ekspornya didorong,” ujarnya.

Pelemahan rupiah, tambah Mirza, bisa membantu neraca perdagangan. Dolar yang menguat menyebabkan biaya impor meningkat sehingga minat untuk impor diharapkan turun. Sementara bagi ekspor, penguatan dolar merupakan hal positif karena pendapatan ikut naik.

“Sekarang bagaimana dengan kurs rupiah? Kurs dolar di level Rp 11.600-11.900 itu kalau menurut BI cocok untuk menurunkan impor dan mendorong ekspor,” ungkap Mirza.

Perkembangan kurs, menurut Mirza, memang bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi ekspor-impor. “Tidak otomatis, tapi bisa terjadi seperti itu. Salah satunya kalau kurs melemah itu impornya bisa turun, ekspornya bisa naik,” tuturnya.

(hds/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!


Distribusi: finance.detik

Speak Your Mind

*

*